![]() |
Jenis Garam) |
Menurut Deputi General Manajer Operasi PT Pelindo II Banten, Adi Sugiri impor garam itu sudah didistribusikan sebanyak dua kali melalui Pelindo II Banten. Sebelumnya telah terangkut sebanyak 12 ribu ton dan telah didistribusikan oleh PT Sumatraco ke pergudangan di Cikande, Kabupaten Serang.
“Ada 25 ribu ton garam yang diimpor dari Australia. Berdasarkan manifest garam ini diimpor oleh PT Garam dari negara Ausralia dengan menggunakan Kapal MV Eco Destiny dan akan dibawa ke PT Susanti Megah di daerah Cikande untuk pergudangannya. Sementara pekan lalu, garam impor sebanyak 12 ribu ton juga dibongkar dan ditempatkan disini. Pendistribusiannya ke PT Sumatraco. Jadi total keseluruhannya sebanyak 37 ton,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (11/8/2017).
Dikatakan, pihaknya akan memproses bongkar muat garam lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Hal itu dilakukan untuk memperlancar pendistribusian garam ke masyarakat. Kata dia, pihaknya menargetkan 25 ribu ton garam itu bisa dibongkar dalam dua hari. “Bongkar muat kita kerja 24 jam,” ucapnya.
Dia menyatakan kemungkinan impor garam masih akan terus berlanjut. Berdasarkan informasi yang diterimanya masih ada kapal yang akan mengangkut garam.
“Informasinya akan masuk lagi, namun kita belum ada update kepastian dari shiping agent atau cargo owners,” jelasnya.
POS/RED
0 komentar :
Posting Komentar