WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

TransJakarta Lakukan Pembatasan Penumpang Hingga Dikritik Warga

JAKARTA, JMI -- Para penumpang layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang dikelola PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengkritik kebijakan pembatasan penumpang di 13 rute layanan yang dilakukan mulai Senin untuk mencegah penyebaran virus corona.

Berdasarkan cuitan penumpang TransJakarta yang menautkan twitter @PT_Transjakarta tidak sedikit yang mengeluhkan panjangnya antrean menuju halte sejak pagi tadi.

Ch**ul Umam@ch***lpunya : Min @PT_Transjakarta ini yg bener aja. Udah headwaynya diperpanjang, penumpang dibatesin pula. Ini numpuk di Priok ga boleh masuk

Selain keluhan terhadap aturan yang membatasi penumpang masuk ke halte, keluhan terhadap waktu tunggu turut dilontarkan oleh pengguna jasa transportasi umum itu.

Pa**a M.@pa***aa_m : Mantaaap min @PT_Transjakarta sepanjang ini antriannya.... luar biasa perubahan ini dampaknya.... btw ini Koridor 13.... 13A Puribeta Blok M. Dan sdh hampir 1,5jam antriannya...

Tidak sedikit juga masyarakat yang memberikan saran mengenai pengkajian ulang dari pembatasan rute serta jam tunggu (headways) bus TransJakarta yang masih menjadi salah satu pilihan angkutan massal bagi warga yang tetap bekerja di kantor.

sil_***@Maulida***a : @PT_Transjakarta @mrtjakarta @aniesbaswedan ibu/bapak yang terhormat mohon untuk dikaji ulang lg mengenai pembatasan transportasi umum, krn bukannya memberikan solusi yg tepat malah memberikan peluang penyebaran virus itu semakin besar. Krn org - org berkumpul dan desak desakan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pembatasan terhadap transportasi umum yang dianggap efektif mencegah virus corona (COVID-19).

Salah satu layanan yang dibatasi adalah BRT TransJakarta yang semula memiliki skema layanan 24 jam turut berubah dengan skema 12 jam mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

"TransJakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi cuma 13 rute. TransJakarta yang beroperasi dan keberangkatan hanya setiap 20 menit," kata Anies di Balai Kota, Minggu (15/3).

Selain membatasi waktu operasi, pemprov juga membatasi jumlah penumpang yang masuk ke setiap tempat menunggu penumpang seperti halte dan stasiun.

Pembatasan ini telah disesuaikan dengan kondisi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya diterapkan seperti kebijakan belajar di rumah hingga kebijakan kerja dari jarak jauh.

Selain membatasi layanan transportasi umum, Anies sebelumnya telah mengumumkan peniadaan ganjil genap setidaknya dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Assyifa Peduli Gelar Khitanan Massal Gratis, 34 Anak di Sunat Massal

Subang, JMI - Assyifa Peduli kembali menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal Gratis dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1...