WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Anies di Pusaran Momentum Banjir & Covid-19, Mana yang Menguntungkan ?

BOY TANAYA PARAMARTA
EDITORIAL RABU RINDU OLEH (BOY TANAYA PARAMARTA)

- Sejak kiprah nya menjadi Gubernur DKI hingga ambisi jadi Presiden RI 2020 - 2025, suara dukungan dan miring harus diterima secara Legowo.

- Bagus di masyarakat bawah, khusus orang kecil, pedagang sektor informal kaki lima dan warga penghuni bantaran kali.

- Kecendrungan ambisi yang makin tampak kontraduktif disetiap kebijakan gubernur deng an pemerintah pusat, sebagian opini bilang langkah Anies upaya popularitas dimata rakyat.

- Sering bertolak belakang kebijakan keputusannya yg sdh menjadi porsi tingkat pemerintah pusat , diambil sendiri bahkan tanpa koordinasi.

- Pil pahit harus ditelan Anies, baru kemarin tertanggal 31 Maret 2020 Jokowi tolak pengajuan Karantina / lockdown kota Jakarta.

Kali ini tim editorial sengaja menulis momentum Sang Gubernur DKI Anies Baswedan di pusaran Banjir dan Covid-19 , mana yang lebih menguntungkan ? Kami mencatat memang ada tampak kecendrungan ambisi yang sedang dibangun untuk mencapai Pilpres 2025. Maka mencatat terkadang kebijakan dan keputusannya Anies tidak populer. 

Seperti pelebaran trotoar, rencana balap formula, dan pembangunan revitalisasi kawasan Monas. Semuanya menjadi tidak populis, terkecuali masyarakat arus bawah yang merasa dibantu khususnya pedagang informal kaki lima, dan perparkiran juga masyarakat bernasib kurang baik yang tinggal dibantaran kali.

Mereka inilah yang merasa terbantu dengan kebijakan Gubernur DKI saat ini ketimbang gubernur sebelumnya (Ahok)," ujar mereka senada mengulas kebijakan jempol Anies Baswedan.

Namun ketika musibah Banjir yang diawali pertahun baru 1 Januari 2020 lalu Anies terpaksa harus menerima pil pahit, caci maki, dan hujatan yang harus diterimanya oleh sebagian besar masyarakat Jakarta. 

Kebetulan banjir kali ini lain dari pada yang sudah pernah terjadi, kali ini parah dikarenakan memang tingkat hujannya juga deras dan tak seperti biasanya hingga kerugian materil dan moril melanda warga Jakarta, Bahkan genangan banjir kecil sampai masuk Istana dan tempat-tempat yang sejarahnya tidak pernah tersentuh banjir yang mana kali ini harus ikut merasakan musibah alam ini.

Nampak pula tdk singkronisasinya statement dg Menteri PUPR ketika pembahasan ttg 13 sungai di Jakarta , terlihat miss komunikasi , Anis kekeh dg pendirian programnya khusus penanganan banjir bkn Refungsionalisasi tetapi lbh kpd revitalisasi , tp apapun hasilnya adlh jeblok yg dirasakan masyarakat Jakarta.

Di akhir Desember di hebohkan dengan Virus Corona, Disinilah Gubernur DKI Anies Baswedan cakap dan cepat tanggap dalam rencana upaya antisipasi terhadap virus yang dikenal juga Covid-19. 

Langkah dan instruskinya tepat sasaran dan dirasakan oleh warga Jakarta dalam upaya penyelamatan, Sehingga putusannya yang masih dianggap regional dinilai bagus dan tepat sasaran. Seperti penyediaan fasilitas tenaga medis dengan penempatan di hotel milik pemda DKI gratis selama masa gawat Covid-19 ini dan penyediaan sarana rumah sakit khusus bagi tenaga medis yang rentan, juga kebijakan gubernur DKI yang menutup pusat-pusat kegiatan publik, melibirkan karyawan khusus pemda DKI dan meliburkan anak sekolah sebagai langkah upaya bagus mengantisipasi Covid-19.

Namun dua pekan terakhir ini sepertinya Anies lebay atau ada sebagian masyarakat yang halu alias halusinasi bahwa Gubernur DKI ini ga sadar msh Gubernur tapi rasa Presiden dengan kebijakan-kebijakan nya yang dianggap sempat melangkahi kebijakan pemerintah pusat alias porsi penanganannya sudah tingkat presiden Jokowi seperti adanya rencana Lockdown kota Jakarta. 

Di bagian lain Presiden sudah mempertibangkan masak masak bahwa kebijakan lockdown belum perlu dilakukan, karena akan menimbulkan permasalahan baru. ini sudah dipertimbangkan dengan mempelajari negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia sendiri seputar baik dan tidak tepatnya lockdown, Allahualam Bisawab.

Kita berfikir positif saja bahwa Gubernur DKI adalah salah satu putera terbaik bangsa di era saat ini. Apapun kelebihannya hingga dia sempat memangku jabatan menteri pendidikan, dan sekarang diamanati menjadi orang nomer satu di DKI Jakarta. Terlepas apapun selamat bekerja pak Anis Baswedan untuk warga khususnya masyarakat Jakarta, kami selalu mengharapkan Bpk Gubernur sehat walafiat dalam mengemban tugas yang tidak sembarangan enteng. Dibutuhkan kesabaran, jangan pedulikan suara miring dan bully an ya pak. Keikhlasan dan sumbangsih nya Bpk Gubernur selayaknya anak negeri ini sangat dibutuhkan.

Persoalan Bpk akan rencana maju di konstentansi Pilpres adalah wajar dan sewajarnya jugalah pak Anies termasuk putera terbaik bangsa ini diharapkan tampil untuk membangun bangsa dan NKRI tercinta ini. Semoga ketemu pada waktunya dan sukses selalu. 

BOY TANAYA PARAMARTA/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Assyifa Peduli Gelar Khitanan Massal Gratis, 34 Anak di Sunat Massal

Subang, JMI - Assyifa Peduli kembali menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal Gratis dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1...