WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Diduga Fitnah Camat Balaraja Salah Satu Media Online MB akan Disomasi


BALARAJA, JMI
-- Tudingan yang dialamatkan Kepada oknum Camat Balaraja oleh salah satu media online dianggap tidak mendasar karena diduga tidak mengedepankan fakta serta profesionalisme dan keberimbangan.

Berita yang berjudul, "Sorotan Publik “Keterlibatan Oknum Camat Balaraja Melanggar Perda No.8 tahun 2015. Terbukti 60 Lapak Berdiri di Pasar Sentiong, Didepan PD Pasar Sentiong"

Menurut Camat Balaraja itu sangat merugikan dan mencemarkan nama Camat Balaraja, menurutnya tidak ada konfirmasi pula dengan pemberitaan tersebut.

"Berita itu sangat merugikan saya sebagai Camat Balaraja, sedangkan kita pun mendukung ketika penertiban Pasar Sentiong agar tidak kumuh," ungkap Camat Balaraja.

"Dugaan yang sangat tidak mendasar kepada kami," lanjut Yayat Rohiman, karena pemberitaan itu sangat menyudutkan, mana mungkin kita aparat melanggar aturan yang sudah menjadi produk hukum Pemerintah Daerah.

"Yang jelas berita itu Hoax, kami akan somasi media online tersebut karena memfitnah keterlibatan saya dalam pembangunan tersebut," tutur Yayat Rohiman yang juga mantan Camat Kelapa Dua.

Senada dengan Sekretaris Camat Balaraja, Galih Prakosa, menuding keras atas pemberitaan tersebut karena sangat merugikan institusinya di Kecamatan Balaraja.

"Jika media online MB memberitakan di wilayah kami yang tidak sesuai UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, dengan itu kewajiban kami meminta hak koreksi atas hal itu. Kami akan layangkan surat somasi kepada media online MB, yang jelas pihak dari kami menuntut hak jawab dan koreksi sesuai aturan yang berlaku," ungkap Galih.

"Pihak media harus meminta maaf kepada Camat Balaraja atas pemberitaan tersebut karena sangat merugikan Camat Balaraja. Apa lagi Camat Balaraja sebagai pejabat publik harus memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Sekretaris Desa Sukamurni Kecamatan Balaraja yang bukan wilayahnya pun disebut-sebut bersikap “arogan” oleh pihak media online MB, terlihat tulisan tersebut tidak profesional menyikapi pemberitaan tersebut.

"Saya tidak merasa kenal bahkan tidak pernah bertemu dan komunikasi tapi tiba tiba saya dicantumkan dalam isi berita tersebut, tidak profesional banget kok mencantumkan narasumber yang bukan orangnya," tutur Sekdes Sukamurni (Balaraja).

AbFak/JMI/Red
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar