WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Diduga Mantan Kepala Desa Seribawono Gelapkan Omset Parawisata Selama Menjabat Dua Periode


LAMPUNG TIMUR, JMI
-- Mantan Kepala Desa Seribawono Kecamatan Bandar Seribawono Kabupaten Lampung Timur diduga gelapkan PAD Desa dari tahun 2007 s/d sekarang berupa omset dari Taman Parawisata Danau Kemuning.

Menurut keterangan dari SP dan ST, Narasumber desa setempat yang namanya tidak mau ditampilkan menyayangkan perilaku oknum tersebut.

Menurutnya, "Hampir 10 tahun menjabat kepala desa sampai sekarang, Aset Desa Seribawono yang konon diperkirakan ratusan juta per tahun itu diduga ditilap untuk kepentingan peribadi. Alasan tersebut berdasarkan atas tidak pernah di ajaknya kami sebagai masyarakat Desa Seribawono untuk musyawarah baik di awal tahun maupun di akhir tahun.

Bukan hanya itu, lanjut narasumber ini kepada wartawan JMI di kediaman nya yang mengatakan bahwa, "Bahkan aset desa tersebut sampai berita ini diterbitkan belum juga diserah terimakan kepada kepala desa yang baru maupun kepada panitia pengelola yang baru, Sabtu (19/09/2020)

"Mengamati sikap (JR) Mantan Kades dua Periode ini dari warga masyarakat Desa Seribawono yang menggandeng pengawas lembaga komunitas pemberantasan korupsi Provinsi Lampung dan akan membawa berkas laporan masyarakat ini kepada penegak hukum.

Masih kata narasumber SP dan ST, serta puluhan warga lainnya yang turut mengaminkan perkataan SP tersebut. "Bayangkan mas, selama 10 tahun (JR) menjabat hasil pendapatan dari karcis masuk dan lain lain yang kami perkiran tidak kurang dari seratus juta pertahunnya dan selama itu pula diduga tidak ada ketransparan oknum JR tersebut kepada kami masyarakat dan terkesan mengelola harta warisan keluarga, padahal ini aset Desa Seribawono.

"Kami berharap kepada pihak penegak hukum wilayah Lampung Timur untuk bisa berkontribusi ke desa kami ini. Andai hasil atau omset dari lokasi parawisata Kemuning selama menjabat dua periode bisa dikembalikan ke Desa Seribawono, maka insyallah bisa menopang perekonomian masyarakat. Apa lagi saat musim pandemi sekarang ini,"Tutupnya.

Sayangnya saat wartawan JURNAL MEDIA Indonesia mencoba menghubungi JR melalui saluran telephone celulernya beberapa kali diduga tidak mau diangkat atau diterima. Padahal maksud kami agar bisa menggunakan hak jawabnya.

Majid/jmi/red
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar