WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

I Wayan Suarka, Pengajar Tarian Bali Tanpa Kenal Lelah

Jakarta JMI, Bali merupakan destinasi wisata baik dalam dan luar negeri yang memiliki beragam tarian yang menjadi bagian dari warisan budaya di Indonesia. 

Aneka seni tari tradisional bali tetap bertahan di seantero nusantara, bahkan sejak ratusan tahun yang lalu dipelajari secara turun-temurun, berkat ketekunan orang-orang yang mau dengan tulus mengajarkannya.

Salah satunya adalah I Wayan Suarka (62) pemandu anjungan provinsi bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, beliau adalah Sosok seniman tari sekaligus pengajar seni tari bali yang melegenda di Jakarta, keahliannya tidak hanya mengajar menari tapi memahat kayu juga I Wayan Suarka lakoni. Pensiunan pegawai pemprov bali ini sudah menjadi pemandu sejak tahun 1978 di anjungan provinsi bali. 

Selain sanggar anjungan pemprov bali. I Wayan Suarka juga memiliki sanggar bersama putrinya Ni Nyoman Widya Pratiwi dengan nama sanggar “Seni Dwi Payana Nusantara” yang berdiri sejak tahun 1982. Sudah tak terhitung jumlah muridnya, mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman menari, menuntut ilmu di sanggar Seni Dwi Payana Nusantara di lubang buaya, Jakarta Timur. Beliau juga seniman yang lebih dikenal sebagai pengajar tari yang menceburkan dirinya secara penuh dalam kancah seni tari bali. Banyak kalangan mengenal I Wayan Suarka sebagai seniman yang dinamis. Murid dan putri I Wayan Suarka yaitu Ni Nyoman Widya Pratiwi pernah tour keliling dunia untuk pertunjukan tarian budaya bali kepada negara luar.
Suami dari Ni Wayan Wirati berpesan kepada generasi muda agar budaya bali tidak punah  dan dijaga supaya tidak dirampas.

“ Dengan mengenal dan menjaga budaya bali maka tidak ada lagi negara lain mengaku-ngaku tari bali adalah milik negara mereka, dahulu pernah terjadi tari pendet diakui oleh negara jiran Malaysia” kata  I Wayan Suarka kepada JMI, sabtu (20/03/2022).

“Walaupun saat covid-19 kemarin sempat terhenti total sesuai anjuran pemerintah, tapi kini anak-anak (murid) sudah mulai kegiatan, dan kita sekarang sedang persiapan untuk ujian tari disini (sanggar anjungan bali) yang sudah diakui oleh dinas kebudayaan Jakarta Timur dan sudah diresmikan juga oleh bapak walikota jakarta timur”pungkasnya. 

Ayah empat anak ini berharap nanti akan ada pengajar-pengajar untuk seni tari bali  dengan usia muda, tapi penuh semangat untuk melestarikan budaya bali.

Faisal 6444/Red/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Sekda Subang Selenggarakan Konferensi Pers Terkait Isu Strategis di Kab.Subang

Subang, JMI - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos.,M.Si didampingi Asisten Daerah bidang Perekonomian dan ...