WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Banyaknya Skandal Membuat Ezra Miller Terancam Di-blacklist dari Proyek Film DC

Ezra Miller Pemeran Film The Flash 

JAKARTA, JMI 
--
  Ezra Miller terancam didepak dari proyek DC Extended Universe (DCEU) garapan Warner Bros. setelah penayangan film The Flash. Sang aktor baru-baru ini diduga melakukan penculikan anak di bawah umur dan melakukan grooming alias pemikatan anak.

"Tidak ada kemenangan dalam hal ini untuk Warner Bros.," ujar salah satu sumber Warner Bros. kepada Deadline beberapa hari lalu.

Skandal yang terus-menerus dibuat Miller beberapa waktu terakhir menjadikan film The Flash menjadi krisis pertama yang dihadapi CEO Warner Bros Discovery David Zaslav untuk DCEU.

Zaslav dikatakan memiliki beberapa opsi terkait nasib Ezra Miller di DCEU. Opsi pertama, tidak mempromosikan film The Flash, termasuk tidak ada tur media.

Opsi selanjutnya adalah menayangkan film tersebut secara streaming di HBO Max. Atau, opsi terakhir, membuat film itu menjadi box office lalu memecat Miller.

"Ini menjadi masalah yang akan terus ada bagi Zaslav," imbuh sumber tersebut.

Miller bahkan disebut tidak akan dilibatkan lagi dalam peran film-film DC selanjutnya meskipun tidak ada lagi tuduhan yang muncul bagi Miller.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa pihak Warner Bros. telah mencoba untuk menolong Miller dalam mengatasi kasus-kasusnya, namun ternyata kasus Miller terus bermunculan.

Miller telah merebut perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir atas ulahnya. Di tahun ini, Miller setidaknya ditangkap dua kali di Hawaii atas tuduhan penyerangan.

Sejak itu, laporan-laporan keresahan dari masyarakat terus bermunculan dengan mengaitkan nama Miller di dalamnya. Terbaru, Miller disebut sempat menculik anak di bawah umur, bahkan melakukan grooming alias pemikatan anak.

Sepasang orang tua meminta surat perintah perlindungan terhadap anak mereka, bernama Tokata Iron Eyes, yang masih berusia 19 tahun atas Ezra Miller.

Orang tua Tokata menyebut Ezra Miller "menggunakan kekerasan, intimidasi, ancaman kekerasan, ketakutan, paranoia, delusi, dan obat-obatan untuk menguasai Tokata remaja".


Sumber : CNN Indonesia
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

KPU Majalengka Gelar Press Release Tahapan Pilkada Serentak 2024

MAJALENGKA, JMI – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Majalengka bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk medi...