WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Spanduk Sarkasme “Tolak” Anies Baswedan di Bandung


Bandung JMI,
Sejumlah spanduk penolakan kedatangan Anies Baswedan ke Kota Kembang bermunculan di Kota Bandung, Jawa Barat

Spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh kelompok yang masih misterius berisi tentang penolakan Kedatangan calon presiden yang diusung oleh partai Nasdem tersebut. Bahkan, spanduk tersebut bertebaran di sejumlah sudut Kota Bandung, seperti di Gerbang Tol Pastuer, Depan Gedung DPRD Jawa Barat Jalan Diponogoro Kota Bandung dan di Gerbang Tol Buahbatu Kota Bandung.

Anies Baswedan sempat ditolak saat berkunjung ke Bandung untuk menghadiri “Nasdem Youth Festival” di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Taman Sari Kota Bandung,  pada Minggu (22/01/2023) beberapa waktu lalu. Saat itu, kedatangan Anies sempat didemo oleh massa.

Penolakan terhadap eks Gubernur DKI Jakarta ini ternyata masih terjadi. Penolakan bahkan terjadi meski Anies sedang tidak berada di Bandung.

Itu terlihat dari spanduk yang muncul di Kota Bandung, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Buahbatu.

Spanduk bernada penolakan terhadap Anies itu terpampang di pinggir Jalan Soekarno Hatta. Senin (30/1/2023)

Spanduk ini berukuran tidak terlalu besar dan tidak mudah dilihat pengguna jalan. Pada spanduk itu, terlihat sebuah kalimat bertuliskan 'Masyarakat Jabar Ngahiji Menolak Anies Baswedan Runtah Jabar!'.

Bukan cuma kalimat bernada penolakan, spanduk itu juga menyertakan gambar Anies Baswedan. Ada dua gambar Anies yang dipasang di spanduk itu. Foto pertama menunjukkan Anies tengah memegang gerobak sampah.

Kemudian foto kedua yakni saat Anies tengah berada di belakang podium berlogo Pemprov DKI Jakarta dengan mengenakan kopiah hitam.

Merespons spanduk penolakan untuk Anies itu, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa mengaku sangat menyayangkan kemunculan spanduk yang menurutnya bernada hasutan itu. Partai yang mengusung Anies menjadi Capres di 2024 ini mengungkapkan, spanduk itu sudah tidak wajar dan bukan merupakan kritik.

"Soal spanduknya, sebetulnya tidak ada masalah. Dalam alam demokrasi itu hal yang wajar kalau ada kritik atau masukan. Tapi kita menyayangkan idiom atau kata-katanya itu enggak pantas buat dilihat yah. Harusnya bisa yang etis," kata Saan saat dihubungi, Senin (30/1/2023).

Saan juga menegaskan jika penolakan terhadap Anies saat berkunjung ke beberapa daerah di Jawa Barat hanya klaim dari sejumlah kelompok. Sebab menurutnya Anies nyatanya mendapat banyak sambutan positif dari masyarakat.

"Kalau misalnya itu mengatasnamakan masyarakat Bandung atau Jawa Barat, itu kan hanya klaim. Karena selama ini, baik dari kunjungan-kunjungan yang Mas Anies lakukan di Jawa Barat, antusiasme masyarakat luar biasa ketika ada Mas Anies," tuturnya.


dtk/ZR/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Hasil Musorkab Yag di Gelar di Laska Hotel Subang, Ujang Sutrisna Alias Ucok Resmi Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Subang Periode 2024-2029

SUBANG, JMI - Musyawarah Olahraga (Musorkab) Kabupaten Subang Tahun 2024. Ujang Sutrisna alias Ucok Resmi terpilih sebagai ketu...