WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Kereta Cepat Jakarta Bandung Bisa Dinikmati Mulai Liburan Kenaikan Kelas Tahun Ini

FOTO.TIMUR MATAHARI


BANDUNG JMI,
Operasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tidak akan mundur dari target, yaitu Juni 2023. 

Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

"Dan kita enggak mungkin langsung bisa implementasikan tetapi kita perlu belajar dan rencananya itu akan segera selesai. Mulai beroperasi kira-kira bulan Juni 2023," kata Menhub di kantor Tribun Network, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Budi Karya menjelaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung memiliki kecepatan 350 kilometer per jam dengan teknologi terbaru dilengkapi rolling stock (gerbong kereta) yang safety.

Dia menyebut gerbong kereta cepat ini baru selesai sebagian mungkin rampung semuanya di bulan April 2023.

"Yang kedua adalah sinyal line, kalau di rel itu kan hanya pakai mekanik sedangkan kalau elektrik itu pakai cabling. Jadi semacam nirkabel kemudian akan dikonesikan, di-manage agar dengan kecepatan 350 kilometer per jam bisa berjalan dengan baik," ucap dia.

Mengenai KCJB, ini petikan wawancara eksklusif dengan Budi Karya:

Kapan kira-kira publik bisa menikmati kereta cepat Jakarta-Bandung dan bagaimana progresnya saat ini?

Bicara tentang kereta cepat tentu ini adalah ide dari Pak Presiden beliau selalu memberikan motivasi agar selalu ada improve setiap harinya. KCIC ini adalah satu dorongan untuk melakukan suatu lompatan karena kita tahu bahwa konektivitas itu menjadi satu alat yang dibutuhkan masyarakat.

Dan kita enggak mungkin langsung bisa implementasikan tetapi kita perlu belajar dan rencananya itu akan segera selesai. Mulai beroperasi kira-kira bulan Juni 2023.

Apa yang masih perlu dipersiapkan untuk menuju Juni 2023?

Jadi memang karena kereta cepat ini kecepatannya 350 km per jam pasti teknologi baru, dan juga rolling stock (gerbong kereta) harus safety. Gerbong kereta cepat ini baru selesai sebagian mungkin rampung semuanya di bulan April.

Yang kedua adalah sinyal line, kalau di rel itu kan hanya pakai mekanik sedangkan kalau elektrik itu pakai cabling. Jadi semacam nirkabel kemudian akan dikonesikan di manage agar dengan kecepatan 350 km per jam bisa berjalan dengan baik.

Satu lagi ada yang harus diperhatikan tetapi minor yaitu kesiapan stasiun.

Bagaimaan kesiapan angkutan untuk menghubungkan pemberhentian stasiun kereta cepat yang jauh dari Kota Bandung?

Kita sudah persiapkan feeder dari Padalarang untuk langsung menuju ke Kota Bandung, jadi kalau saya langsung bicara dari Stasiun Halim sampai ke Stasiun Padalarang itu 38 menit. Dari Stasiun Padalarang ke Kota Bandung itu 20 menit, jadi sekitar 58 menit.

Apakah nanti saat kereta cepat beroperasi Juni 2023 moda transportasi feeder sudah disiapkan atau bertahap?

Sudah disiapkan tapi saya anjurkan bertahap karena pengalaman kami di Palembang kita masih buat yang window time yang relatif cukup.

Saya juga sudah usul ke Pak Luhut sebagai koordinator kereta cepat agar tidak full capacity di pagi dan sore di mana memang pada jam tersebut jumlah penumpangnya tinggi.

Kalau dari saya teknis adalah menginginkan waktu kosong sehingga apa bila ada sesuatu bisa dibenahi, baru nanti perlahan increasing.

Apakah mengenai tarif itu menjadi urusan Kementerian Perhubungan atau pihak lain?

Karena ini bukan kereta ekonomi sehingga bukan urusan kami.

Semua kereta bisnis memiliki nilai keekonomian yang menjadi bagian pertimbangan.

Tapi kalau itu kereta-kereta PSO (public service obligation) harus ada tarif tertentu yang pelu kita tetapkan.

Jadi penetapan tarif kereta cepat Jakarta-Bandung diluar dari Kemenhub.

Kemudian apakah ini akan paralel dengan operasional LRT?

Secara kebetulan saja memang LRT menggunakan teknologi yang sama dengan di Palembang tapi mengingat load capacity di Jakarta tinggi maka kita buat headwaynya tiga menit sekali dan teknologinya driverless (tanpa masinis).

Di Palembang headway-nya setengah jam dan dengan masinis.

Oleh karenanya kami lebih berhati-hati, kami juga mengundang konsultan dari Inggris, kalau jalan sudah tersambung dari Cibubur sampai Dukuh Atas tetapi kecepatannya belum maksimal masih 40 kilometer per jam padahal nanti bisa sampai 80 kilometer per jam.

Jadi secara teknikal tanpa satu kepadatan headway sudah bisa berjalan namun kita kan penginnya headway hanya tiga menit maka diharapkan bisa mengakomodir jumlah penumpang dengan load capacity tinggi.

Pak Menteri bisa dijelaskan kapan ancar-ancar kita bisa menikmati LRT secara penuh?

Kira-kira Juli 2023 pada saat anak-anak libur sekolah bisa naik LRT dan bisa ke Bandung naik kereta cepat, jadi ada suatu momen dan suatu kebanggaan di pertengahan tahun.


K.Lite/Zr/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Hasil Musorkab Yag di Gelar di Laska Hotel Subang, Ujang Sutrisna Alias Ucok Resmi Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI Subang Periode 2024-2029

SUBANG, JMI - Musyawarah Olahraga (Musorkab) Kabupaten Subang Tahun 2024. Ujang Sutrisna alias Ucok Resmi terpilih sebagai ketu...