WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Heboh! Keributan Driver Ojol vs Debt Collector di Bandung


Bandung JMI,
Beredar sebuah video yang menampilkan keributan antara driver ojol (Ojek Online) dengan debt collector. 

Sejumlah driver ojek online (ojol) dan debt colector terlibat bentrok di wilayah Hegarmanah, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/3/2023) sore.

Dalam video tersebut, driver ojol yang menggunakan jaket berwarna hijau. Tampak juga polisi yang sedang berjaga untuk mengamankan keributan dari kedua belah pihak itu. 

Video keributan para driver ojol dengan debt collector tersebut menyebar melalui aplikasi perpesanan. Di video itu, terlihat situasi mencekam karena para driver ojol mendatangi Jalan Hegarmanah yang menjadi kantor dari debt collector tersebut.

Masalah ini diduga dipicu penarikan paksa kendaraan atau motor milik salah satu driver ojol oleh debt collector di jalan. 

Lantaran tak terima, para driver ojek online yang lain kemudian menggeruduk kantor debt collector di Jalan Hergarmanah.

Terlihat jelas di dalam video, situasi di tempat kejadian sangat mencekam karena banyak dari pihak driver ojol mendatangi Jalan Hegarmanah yang menjadi kantor dari debt collector tersebut.

Keributan ini sudah terjadi sejak pukul 17.00 WIB. Situasi pun baru kondusif sekitar pukul 19.30 WIB malam.

Diketahui dari berbagai sumber yang didapat, ada sebagian orang debt collector yang mengambil motor driver ojol sebelum keributan terjadi. 

Pihak debt collector mengambil paksa motor, serta melayangkan pukulan ke driver setelah pihak ojol tersebut berusaha mempertahankan kendaraannya.

Korban lalu mengadukan kejadian itu ke sesama driver ojol. Lalu tak butuh waktu lama, beberapa driver ojol mendatangi kantor debt collector yang berada di Jalan Hegarmanah, Kota Bandung.

Perwakilan Ojol Bandung Raya Iyan Sopyan mengungkapkan, awalnya hanya beberapa ojol saja yang ada di lokasi dan berupaya untuk bernegosiasi dengan pihak debt collector. Namun, debt collector meminta sejumlah uang yang tidak bisa disanggupi oleh pemilik motor..

"Setelah dikonfirmasi didatangi pihak sana dan teman teman ojol, hanya sekitar berapa orang, tetapi mereka selalu mengelak untuk biaya tarik di luar kemampuan. Karena menurut kita biaya tarik itu sebenarnya tidak ada, mereka meminta," ungkapnya.

Karena tak kunjung menemui kata sepakat, semakin banyak pengemudi ojol yang datang ke lokasi Hegarmanah. Tiba-tiba, menurut Iyan ada beberapa orang yang terpancing emosi dan membuat situasi jadi memanas.

Bahkan kata Iyan, dirinya melihat beberapa orang debt collector membawa senjata tajam saat perselisihan mulai terjadi.

"Akhirnya ojol makin banyak, tiba tiba mungkin semua tersulut yang ada di TKP pas dibuka gerbang kantornya, mereka sudah bersenjata tajam," ujarnya.

Akibat keributan itu, ada sejumlah pengemudi ojol yang mengalami luka-luka. Tidak hanya itu, sepeda motor yang ada di lokasi juga rusak. 

"Betul, ada pembacokan itu di korban sekitar 9 orang. motor yang rusak sekitar 23 unit," tutur Iyan.

Usai kejadian itu, Iyan mewakili komunitas ojol di Bandung Raya meminta kepolisian untuk memberantas aksi premanisme seperti debt collector yang kerap membuat resah masyarakat. Dia juga menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut.

"Tuntutan kita untuk memproses keseriusan kepolisian, Polrestabes Bandung itu untuk memproses masalah ini, dan kita sekali lagi tidak ada damai," tegasnya.


Zr/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Operasi Jaran Lodaya Polres Majalengka Berhasil Kembalikan Kendaraan R2 Kepada Pemiliknya

MAJALENGKA, JMI - Hasil operasi Jaran Lodaya Polres Majalengka Polda Jabar tahun 2024 yang di laksanakan selama 10 Hari dari ta...