WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pertumbuhan Ekonomi Luwu Tahun 2022 Turun 0,34%, Kepala BPS Sarankan Pemerintah Baca Data


Luwu JMI,
Kepala Badan Pusat Statistik Luwu Salahuddin mengatakan, secara tahun ke tahun (year to year) pertumbuhan ekonomi Luwu tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 5,69 persen atau turun 0,34 persen di bandingkan tahun 2021 sebesar 6,03 persen.

Hal itu disampaikan Salahuddin saat melakukan konferensi pers pertumbuhan ekonomi tahun 2022 di Aula BPS Luwu, Jumat, 31 Maret 2023.

Dirinya memaparkan, menurunnya pertumbuhan ekonomi di Luwu dipengaruhi hampir seluruh sektor penopang ekonomi di Luwu mengalami trend negatif seperti transportasi, perdagangan, kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya.

“Tetapi jika melihat pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi dan nasional, kita masih di atas pertumbuhan ekonominya selama dua tahun ini,” katanya.

Tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Luwu sebesar 1,30 persen sedangkan tingkat provinsi sebesar – (minus) 0,71 persen dan nasional – (minus) 2,07 persen. Selama dua tahun (2021-2022) pertumbuhan ekonomi Luwu naik sebesar 5,69 persen, provinsi sebesar 5,09 persen dan nasional 5,31 persen pada tahun 2022.

Salahuddin menambahkan ada empat sektor penopang perekonomian Luwu ialah pertanian, konstruksi, perdagangan dan real estate. Namun empat sektor ini hanya sektor konstruksi mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2022 sebesar 9,39 persen dari tahun sebelumnya hanya 1,74 persen.

“Jika melihat data pada tahun 2022 ini, kontribusi Kabupaten Luwu dalam perekonomian di Sulawesi Selatan sebesar 12 persen, sedangkan kontribusi Kabupaten Luwu untuk perekenomian di Luwu raya sebesar 26,93 persen, peringkat ke dua setelah Kota Palopo,” ungkapnya.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Luwu terus meningkat sejak tahun 2011. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan kualitas hidup manusia di suatu daerah.

“Kualitas Pembangunan Manusia di Kabupaten Luwu cukup berhasil. Hal itu kita bisa lihat grafik data dari tahun 2011 hingga 2022 cenderung meningkat,” jelasnya.

Komponen IPM Kabupaten Luwu pertama harapan hidup: angka harapan hidup saat lahir atau angka kelahiran sampai angka kematian berumur 70,75 tahun.

Komponen kedua rata-rata sekolah dari sektor pendidikan: di Kabupaten Luwu angka rata-rata sekolah 8, 48 tahun. “Kalau angka rata-rata sekolah kita 8,48 tahun ini berarti SMP, di Luwu sampai tingkat SMP tidak sekolah lagi, sedangkan rata-rata harapan lama sekolah 13, 40 tahun,” lanjut Salahuddin.

Komponen ketiga, pengeluaran per kapita masyarakat Luwu pertahun sebesar 10, 308 juta. Sehingga kata Salahuddin, jika ketiga komponen ini digabung Indeks Pembangunan Manusia di Luwu sebesar 71, 36.

Angka 71,36 ini jika dihitung dari statusnya menurut Human Development Indeks PBB sudah tinggi walaupun belum sangat tinggi,” imbuhnya. Meski demikian katanya, IPM Luwu tahun 2022 pada tingkat provinsi Sulawesi Selatan berada pada peringkat 9.

Dirinya juga menyampaikan, dengan adanya data ini pemerintah bisa membaca dan melihat sektor-sektor menjadi kelemahan pemerintah agar bisa diperbaiki, sehingga pertumbuhan ekonomi di Luwu bisa meningkat.

Kepala BPS menyarankan, pemerintah bisa melakukan perbaikan pada sektor pertanian. Pasalnya, sektor ini menopang pertumbuhan ekonomi di Luwu, dengan begitu pemerintah bisa melakukan kegiatan agar bisa mengetahui sejauh mana petani Luwu bisa berproduksi.

“Mudahan-mudahan pemerintah bisa melihat dan membaca pertumbuhan dari sektor-sektor yang ada, tetapi sektor pertanian bisa diprioritaskan karena sektor pertanian sebagaian besar penopang ekonomi kita,” pungkasnya.


M. Aris/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

SMAN Darmaraja Menjadi Sekolah Idola

SUMEDANG, JMI - Pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2024 - 2025 di Sekolah menengah atas negeri Darmaraja untuk jalur prioritas terde...