WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Seragam Batik Siswa/i SMP Negeri 1 Talangpadang Ditarik Kembali, Mudah Rapuh dan Sobek

TANGGAMUS, JMI - Bahan rapuh dan mudah sobek, batik seragam siswa/siswi tahun ajaran 2022-2023 Kelas VII SMP Negeri 1 Talangpadang di tarik kembali oleh pihak sekolah yang hingga jelang akhir tahun pelajaran 2023 masih belum ada kejelasan kapan akan di ganti baru. Atas informasi tersebut LSM GMICAK dan Wartawan datangi pihak sekolah, namun tidak mendapatkan tanggapan apapun sebab tidak bertemu dengan Kepala Sekolah. 

Ditarik kembali karena bahan rapuh mudah sobek menyisahkan pertanyaan bagi Wali Murid pelajar kelas VII SMP Negeri 1 Talangpadang bukan tanpa sebab. Sekitar dua sampai tiga minggu setelah di bagikan, para orang tua komplain sebab bahannya yang rapuh batik ditarik pihak sekolah, namun hingga menjelang akhir ajaran tahun 2022-2023 seragam batik belum juga ada kejelasan akan di ganti baru, hal ini disampaikan oleh salah satu Wali Murid yang nama nya tidak mau di sebutkan. 

"Sekitar dua sampai tiga minggu dibagikan lalu ditarik kembali, adanya komplain dari wali murid baju tersebut tidak layak pakai karena bahan nya rapuh dan sobek, ini sudah mau akhir ajaran tahun 2022-2023 untuk kelas VII," tuturnya. 

Pihak sekolah memberikan pernyataan akan mengganti baju pada saat akan di tarik, diketahui harga batik itu dibeli dengan nota pembelian senilai Seratus Ribu Rupian (Rp. 100.000,-) tercantum pada selembar bukti pembayaran yang di keluarkan dari sekolah. 

"Pihak sekolah akan mengganti baju yang baru teruntuk kelas VII dan sampai saat ini belum ada ganti nya," kata salah satu wali murid lainnya sembari memperlihatkan nota bukti pembayaran yang dikeluarkan pihak sekolah. 

Awak Media bersama Ketua LSM Gerakan Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK), Arif Fahrudin, mencoba mendatangi pihak sekolah, namun sayang setelah mencoba menemui Kepala Sekolah dan menyampaikan tujuan kedatangan kami ke dewan guru serta pagawai Tata Usaha (TU), awak media menemui jalan buntu.

Menanggapi belum bertemunya Awak Media dan LSM GMICAK dengan Kepala Sekolah, Arif Fahrudin berharap agar pihak sekolah mau membuka diri serta transparan kenapa hal ini bisa terjadi, dan juga meminta Kepsek nya jangan terkesan alergi untuk menemui para Wartawan dan LSM. 

"Hari ini kita coba menemui Kepala Sekolah SMP N 1 Talangpadang, ingin bertanya atas informasi yang kami terima ini dan tadi kita sama-sama ke sekolahan, namun memang sedang ada kegiatan. Kedatangan kami, telah kami sampaikan ke guru dan pegawai yang kami temui dan kami sampaikan maksud serta tujuan menemui Kepala Sekolah dan akan menunggu di Pos jaga sekolah tersebut, namun setelah lama menunggu tidak ada yang menemui kami di Pos jaga bisa atau tidak untuk bertemu Kepsek. Karena sudah lama menunggu dan belum ada tanggapan, saya bersama rekan-rekan wartawan meninggalkan sekolah SMPN 1 Talangpadang. Dalam hal ini, kami selaku LSM dan Wartawan selaku mitra meminta agar Kepsek bisa kooperatif, setidaknya memberikan tanggapan bisa apa tidak ditemui," kata Arif.

ROBI/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Laka Kerja di Sukabumi, Korban Buat Surat Pernyataan Dengan Pihak Perusahaan

SUKABUMI, JMI - Satu Orang Buruh Alami Laka Kerja Diketahui Bekerja di   PT. Aneka Dasuib Jaya Yang Beralamat di Jln Raya Pakuwon Km 5 Rt...