WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Prosesi Kirab Boyong Grobog Meriahkan HUT Kabupaten Grobogan Ke-300 Tahun, Nyawiji Mbangun Deso Noto Kutho

GROBOGAN, JMI - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-300 Kabupaten Grobogan yang diperingati setiap 4 Maret dimeriahkan dengan Kirab Budaya Boyong Grobog tahun ini juga sama  dengan tahun sebelumnya bertepatan dengan puasa ramadhan. Prosesi tradisi tahunan ini dipimpin langsung Bupati Grobogan Setyo Hadi, dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Ketua DPRD, dan pejabat terkait pada hari,selesa 3/3/2026
 
Kirab yang dimulai dari Kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke Pendopo Kabupaten ini merupakan gambaran sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi. Iring-iringan diawali dengan dua orang penunggang kuda yaitu Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono dan Dandim 0717 Grobogan Letkol Inf We Fri Sandi Yan To, sementara Bupati Setyo Hadi dan Wakil Bupati Sugeng Prasetyo mengikuti dalam kereta kuda.
Kata"boyong bermakna memindahkan atau  memulihkan benda-benda yang memiliki nilai sejarah,spiritual,dan budaya.sementara itu "Grobog yang berasal dari kayu yang pada masa lampau digunakan sebagai tempat menyimpan keris dan benda pusaka yang menjadi simbol penjaga nilai dan identitas daerah,adalah sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1x1 meter, yang dulunya juga digunakan untuk menyimpan dokumen pemerintahan saat proses perpindahan. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal oleh beberapa orang berpakaian seperti prajurit. Ribuan warga memadati sepanjang rute dan berkumpull di lokasi akhir untuk menyaksikan kemeriahan prosesi  kirab boyong grobog.
 
Setelah acara seremonial, prosesi diakhiri dengan rebutan 21 gunungan yang berisi hasil pertanian seperti padi, jagung, dan sayuran di alun-alun depan Pendapa Kabupaten. Bupati Setyo Hadi menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan ciri khas daerah yang sarat makna historis sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri Grobogan, dan gunungan tersebut memiliki simbolisasi membuang kesialan serta harapan agar Grobogan semakin makmur dan sejahtera.Ujar Setyo Hadi
Bupati Grobogan Setyo Hadi  juga menyampaikan,bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan,pihaknya berkewajiban melanjutkan perjuangan para Adipati terdahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Pangajabing manah Kulo Mugi -mugi Sedaya warga Grobogan sansaya makmur,raharja,saha Mulyo gesangipun.Ujar Bupati

"Sumangga sami gumreget, gumreget,Gumregah cancut taliwondo sesarengan bangun kabupaten Grobogan.pungkasnya
 
HUT ke-300 Kabupaten grobogan tahun ini mengusung tema "Nya Wiji Mbangun Deso Noto Kutho" yang berarti "Menyatukan Diri Membangun Desa dan Menata Kota". Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang merupakan putra daerah juga menyatakan bahwa Grobogan memiliki peran strategis sebagai daerah lumbung pangan nasional dan akan terus didukung dalam pembangunan sektor pertanian.
Sebelumnya seperti biasa dalam menyambut hari jadi kabupaten Grobogan diadakan serangkaian acara kegiatan dari tanggal 6 februari hingga 6 Maret 2026 seperti  ziarah bersama Bupati dan Forkompimda di makam para leluhur serta makam para Bupati terdahulu juga serangkaian kegiatan lain seperti khitanan massal,senam pagi bersama,pasar murah,Grobogan berkhotmil.

Pewarta:Heru gun/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar