![]() |
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta mendalami dinamika dunia jurnalistik di era digital.
Rombongan disambut hangat oleh pimpinan dan staf Biro Perwakilan ANTARA Bandung.
Reza Fahreza selaku Kepala Biro yang didampingi Asisten manajer Isyana Putri Nastiti.
![]() |
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan Drs Mudzakir Walad. M. T,,melalui Kabid PKP Sri Hartiningsih.Ssos menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penerimaan dan ilmu yang diberikan oleh pihak ANTARA.
Menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik," Ujar Mudzakir Melalui Kabid PKP Sri Hartiningsih
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berkunjung dan berdiskusi di sini. Bagi kami, ini adalah momen emas untuk belajar langsung dari pengalaman dan standar profesionalisme yang telah dibangun oleh ANTARA selama ini. Kami berharap ilmu dan wawasan yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan dalam pelayanan informasi di Kabupaten Grobogan," Ujarnya.
Kabid PKP Sri Hartiningsih juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun opini publik yang positif, namun tetap kritis dan konstruktif.
Kepala Diskominfo Grobogan Mudzakir Walad melalui Kabid PKP juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh awak media yang hadir dalam rombongan, antara lain:
Terus Tingkatkan Kompetensi: Diminta untuk tidak pernah berhenti belajar mengikuti perkembangan teknologi dan tren jurnalistik terkini agar tidak tertinggal zaman.
Jaga Integritas dan Objektivitas: Selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menyajikan berita yang berimbang, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, hindari praktik Jurnalistik yang salah,"Tegasnya.
![]() |
Pemerintah daerah membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi media, namun hubungan ini harus tetap dibangun di atas landasan profesionalisme dan saling menghormati peran masing-masing," Ujar Mudzakir Walad melalui Kabid PKP Sri Hartiningsih.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, baik dari diskominfo dan awak media dan juga dari Antara kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai topik penting yakni tantangan dan peluang di era digital.
Dibahas juga bagaimana perkembangan teknologi, khususnya media sosial mengubah cara kerja jurnalis, di satu sisi teknologi mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan audiens, namun di sisi lain muncul tantangan baru seperti penyebaran hoaks, penurunan tingkat kepercayaan publik, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi digital para wartawan.
Selain itu topik lain yang dibahas adalah mengenai etika dan independensi Jurnalistik.
Kepala Biro Antara Bandung Riza Fahreza menekankan bahwa meskipun bentuk dan cara penyampaian berita berubah, nilai-nilai dasar jurnalistik seperti kebenaran, akurasi, keseimbangan dan independensi tetap harus dipegang teguh. Etika harus menjadi landasan utama dalam setiap karya jurnalistik, agar informasi yang disajikan tidak menyesatkan dan tetap menjaga kehormatan profesi.
Hal lain menanggapi pertanyaan dari wartawan Jurnal Media Indonesia (JMI) terkait dengan adanya hapus berita atau take down, kepala Biro Antara Bandung menanggapi dengan serius.
Prinsip Tidak Diperbolehkannya Menghapus (Take Down) Berita
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam diskusi adalah mengenai arsip dan sejarah berita, dijelaskan bahwa secara prinsip kode etik dan standar profesional berita yang sudah tayang tidak boleh dihapus atau take down karena berita merupakan dokumen sejarah dan informasi publik yang harus tetap tersimpan dan dapat diakses," Ujar Reza.
Menurutnya pengecualian hanya dapat dilakukan jika berita tersebut terbukti melanggar hukum, bertentangan dengan kesusilaan atau terdapat kesalahan faktual yang fundamental. Jika terjadi kesalahan mekanismenya yang benar adalah melakukan koreksi atau ralat yang disertai penjelasan bukan menghapus berita tersebut secara keseluruhan, hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
![]() |
Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas informasi dan literasi media. Diharapkan pertemuan ini menjadi awal dari kerjasama yang lebih erat dimasa depan demi terwujudnya ekosistem informasi yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pewarta: Heru Gunawan




0 komentar :
Posting Komentar