WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pengurus Baru PT SMU Fokus Benahi Warisan Masalah, Butuh Waktu Tunjukkan Kinerja

MAJALENGKA, JMI – Dinamika kritik terhadap PT Sindangkasih Multi Usaha (SMU) mencuat seiring aksi unjuk rasa yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Majalengka pada Kamis 16/4/2026. Namun di balik tuntutan tersebut, terdapat realitas yang tak bisa diabaikan: jajaran pengurus saat ini masih tergolong baru dan tengah menghadapi beban persoalan masa lalu.

Pengurus PT SMU diketahui baru dilantik pada September 2025. Dengan masa kerja yang belum genap satu tahun, berbagai langkah pembenahan masih dalam tahap awal, terutama menyangkut tata kelola internal dan arah bisnis perusahaan.

Mewarisi Persoalan Serius

Sejumlah pihak menyebutkan bahwa kondisi PT SMU saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang terjadi pada periode sebelumnya. Permasalahan yang muncul bukan hanya soal kinerja usaha, tetapi juga menyangkut aspek tata kelola yang sempat menjadi sorotan publik.

Bahkan, pada kepengurusan terdahulu, persoalan di tubuh perusahaan daerah ini sempat bergulir ke ranah hukum hingga menyeret pimpinan lama ke proses penyidikan oleh aparat penegak hukum. Kondisi tersebut tentu meninggalkan dampak yang tidak ringan, baik secara manajerial maupun kepercayaan publik.

“Pengurus saat ini tidak berada pada titik awal yang ideal. Mereka harus membereskan persoalan lama sekaligus menata ulang fondasi perusahaan,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik di Majalengka.

Tahapan Pembenahan Masih Berjalan

Dalam praktik pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perubahan kinerja umumnya tidak terjadi secara instan. Tahapan seperti audit internal, konsolidasi organisasi, hingga penyusunan strategi bisnis baru menjadi langkah mendasar yang harus dilalui.
Upaya tersebut seringkali tidak langsung terlihat dalam bentuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan perusahaan ke depan.

Kritik sebagai Energi Perbaikan

Aksi yang dilakukan PMII dinilai sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap kinerja BUMD. Kritik tersebut menjadi pengingat penting agar perusahaan daerah tetap berada dalam jalur yang diharapkan.
Namun demikian, sejumlah kalangan berharap agar penilaian terhadap pengurus baru juga mempertimbangkan konteks waktu kerja dan beban persoalan yang sedang dibenahi.
Pemerintah Siap Lakukan Evaluasi

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT SMU.

Evaluasi tersebut, menurutnya, tidak hanya melihat capaian saat ini, tetapi juga mempertimbangkan proses perbaikan yang sedang berjalan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.

“Evaluasi tentu akan kami lakukan secara objektif. Tujuannya agar PT SMU bisa benar-benar menjadi BUMD yang sehat dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Harapan ke Depan

Ke depan, PT SMU diharapkan mampu bangkit sebagai perusahaan daerah yang profesional, transparan, dan produktif. Proses pembenahan yang sedang dilakukan menjadi langkah awal menuju perbaikan tersebut.
Dengan dukungan semua pihak—pemerintah, pengurus, dan masyarakat—PT SMU diharapkan tidak hanya keluar dari bayang-bayang persoalan lama, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


Pewarta: Yaya/Enju
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar