Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tersebut merupakan bagian dari Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), salah satu program unggulan IPB University yang mendorong dosen dan peneliti mengimplementasikan hasil riset di daerah asalnya.
Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama antara IPB University, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sangkan Hurip Desa Dayeuhluhur, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dayeuhluhur.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi pertanian kepada petani sehingga inovasi yang dihasilkan kampus dapat diterapkan secara langsung di lapangan
Ketua Tim Dospulkam IPB University, Dr. Undang, SP., M.Si., yang juga merupakan putra daerah Dayeuhluhur, mengatakan pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada besarnya potensi sektor pertanian di wilayah tersebut yang masih membutuhkan dukungan inovasi teknologi, khususnya varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki produktivitas tinggi.
Kami hadir tidak hanya membawa teori, tetapi juga solusi nyata melalui diseminasi varietas unggul IPB yang telah teruji.
Bersama BPP dan Gapoktan Sangkan Hurip, kami ingin memastikan transfer teknologi berjalan optimal sehingga petani Dayeuhluhur mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Undang.
Tim Dospulkam IPB University terdiri atas Dr. Undang, SP., M.Si., Dr. Siti Marwiyah, SP., M.Si., Dr. Tri Wahono DAS, SP., M.Si., dan Dr. drh. Dwi Budiono, M.Si., dengan dukungan mahasiswa dari Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) serta Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (PTB) IPB University.
Sebagai tahapan awal, tim melaksanakan survei kesiapan lahan, identifikasi permasalahan pertanian, serta koordinasi bersama pengurus Gapoktan Sangkan Hurip dan penyuluh pertanian lapangan dari BPP Kecamatan Dayeuhluhur pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan varietas unggul yang akan didiseminasikan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani setempat.
Ketua Gapoktan Sangkan Hurip, Lili Hambali, menyambut positif kehadiran tim IPB University.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan menurunnya produktivitas lahan pertanian memerlukan dukungan benih unggul serta pendampingan teknologi yang berkelanjutan.
“Kami sangat optimistis dengan kerja sama ini. Kehadiran IPB University memberikan harapan baru bagi kelompok tani untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Lili.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Dayeuhluhur, Adiyanto, didampingi Penyuluh Pertanian Indrawati, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendampingi proses implementasi varietas unggul IPB di tingkat petani.
Menurut Adiyanto, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kualitas benih, tetapi juga pada pendampingan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan agar teknologi yang diperkenalkan dapat diadopsi secara optimal oleh petani.
“Kolaborasi antara akademisi, penyuluh, dan petani merupakan kunci dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan. Kami siap mengawal penerapan teknologi ini agar memberikan hasil yang maksimal bagi petani Dayeuhluhur,” ujarnya.
Melalui Program Dosen Pulang Kampung, IPB University kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Diseminasi inovasi dan teknologi pertanian dari kampus ke desa diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Pewarta: Icu Idit Tiana
0 komentar :
Posting Komentar