Agenda tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap peran strategis guru ngaji dalam membimbing masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, guru ngaji dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, baik dalam metode pembelajaran, pengelolaan majelis, maupun pembinaan peserta didik. Melalui kegiatan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah juga ingin membangun sinergi yang lebih kuat antarguru ngaji agar mampu saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahim, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan dakwah di masyarakat.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, LAZ As-Syifa Peduli, dan Badan Wakaf As-Syifa dalam mendukung penguatan dakwah Al-Qur'an di tengah masyarakat. Selain menjadi forum silaturahim, kegiatan ini juga menghadirkan materi penguatan kompetensi, pemaparan program pemberdayaan umat, sesi tanya jawab, serta ditutup dengan foto bersama.
Sekretaris Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, H. Budi Mulia, dalam sambutannya menegaskan bahwa Yayasan As-Syifa memiliki komitmen untuk terus menyebarkan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan peradaban. Menurutnya, keberkahan Al-Qur'an akan terus mengalir melalui para guru yang dengan penuh keikhlasan membimbing generasi penerus.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru ngaji atas pengabdiannya dalam mendidik masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini merupakan amal jariyah yang insyaAllah akan terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT mengangkat derajat para guru Al-Qur'an di sisi-Nya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Departemen Syiar dan Pembinaan, LAZ As-Syifa Peduli, serta Badan Wakaf As-Syifa yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada umat.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pembinaan Umat Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Wasis Samekto, S.Sos., mengingatkan bahwa guru ngaji merupakan garda terdepan dalam menghadirkan solusi bagi persoalan akidah dan ibadah masyarakat.
Manajer Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah sekaligus narasumber, Dr. H. Gozali, Lc., M.Pd., dalam pemaparannya mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam berdakwah dan mengajarkan Al-Qur'an. Beliau mengutip Surah Al-Ankabut ayat terakhir sebagai motivasi bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluar dan pertolongan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya.
Beliau juga menyampaikan pesan dari Surah Maryam ayat 12 mengenai pentingnya mengerahkan seluruh potensi dan kemampuan dalam menjaga serta mengajarkan Al-Qur'an secara istiqamah. Menurutnya, siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam mengajarkan Al-Qur'an akan memperoleh hikmah dari Allah SWT. Sementara itu, melalui Surah Thaha ayat 1–2, beliau mengajak seluruh guru ngaji untuk terus menghidupkan syiar Al-Qur'an di tengah masyarakat.
"Semoga dengan meningkatnya kompetensi para guru ngaji serta semakin eratnya silaturahim di antara kita, Allah SWT membukakan jalan-jalan kebaikan, solusi, dan keberkahan, termasuk meningkatnya kesejahteraan bagi para pejuang Al-Qur'an," ungkapnya.
Salah seorang peserta, Ust. Cepi Sutanto, S.Pd., S.Ag., Guru Ngaji Rumah Qur'an Yanhis, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperbarui kompetensi sekaligus mempererat hubungan antarguru ngaji.
Melalui kegiatan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap sinergi antara Departemen Syiar dan Pembinaan, LAZ As-Syifa Peduli, Badan Wakaf As-Syifa, serta para guru ngaji terus terjalin dengan baik melalui pembinaan yang berkelanjutan dan semangat kolaborasi dalam melayani umat. Dengan kebersamaan tersebut, diharapkan syiar Al-Qur'an semakin luas jangkauannya, kualitas pembinaan terus meningkat, serta lahir generasi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pewarta: Agus Hamdan
0 komentar :
Posting Komentar