WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Bukan Sekadar Bongkar Bangunan, Ada Strategi Besar di Balik Revitalisasi SMPN 1 Majalengka

MAJALENGKA, JMI
— Pagi itu Rabu, 9 September 2026, belum ada bangunan baru yang berdiri. Belum ada dinding yang dicat, belum ada jendela baru terpasang. Namun, sebuah perubahan besar sudah mulai terlihat di lingkungan SMPN 1 Majalengka Provinsi Jawa Barat.

Genting diturunkan satu per satu. Jendela dan pintu mulai dibongkar. Sejumlah bagian bangunan yang dianggap perlu ditangani terlebih dahulu mulai dilepas. Sekilas, aktivitas itu mungkin terlihat seperti pekerjaan bongkar-membongkar biasa.

Tetapi ada sesuatu yang berbeda

Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh unsur yang tergabung dalam Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) berkumpul. Unsur sekolah, komite, dan tokoh masyarakat setempat menyatukan langkah melalui doa bersama agar kiranya pekerjaan dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.
Setelah itu, Ketua Pelaksana P2SP sekaligus merangkap ketua Komite, Bapak  Padjarudin Suhan, M.Pd. 
memberikan arahan secara terperinci. Tidak sekadar memberikan instruksi, ia mengatur tahapan pekerjaan dengan pola yang sistematis. Bagian mana yang harus dikerjakan lebih dahulu, apa yang harus dibongkar, siapa yang bertugas, serta bagaimana pekerjaan dilakukan agar tidak saling mengganggu—semuanya disampaikan kepada para pekerja.

Hasilnya mulai terlihat. Para pekerja tidak bergerak tanpa arah. Mereka terbagi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ada yang menangani penurunan genting, ada yang mengerjakan pembongkaran pintu dan jendela, sementara bagian lainnya menjalankan pekerjaan sesuai arahan yang telah ditetapkan.

Di sinilah revitalisasi itu sesungguhnya dimulai: bukan dari material bangunan, melainkan dari cara orang-orang di dalamnya bekerja bersama.

Kekompakan tersebut menjadi modal penting bagi P2SP dalam menjalankan program revitalisasi. Sebab, pekerjaan pembangunan bukan hanya membutuhkan tenaga dan material, tetapi juga koordinasi, ketelitian, serta rasa tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat.

Kepala SMPN 1 Majalengka Bapak Dedi, spd.,M.Mpd., pun berharap pola kerja yang terencana seperti ini dapat dipertahankan hingga seluruh tahapan selesai.

Harapannya sederhana, tetapi sangat penting:

Pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu

Apalagi dana yang digunakan merupakan bantuan pemerintah. Artinya, ada tanggung jawab besar yang melekat di dalamnya. Setiap rupiah bukan sekadar angka dalam sebuah anggaran, melainkan amanat yang harus digunakan secara tepat untuk kepentingan peningkatan sarana pendidikan.
Karena itu, sejak awal P2SP berupaya membangun pola kerja yang tertib. Koordinasi dilakukan, pembagian tugas diperjelas, dan setiap tahapan dipersiapkan sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Kini proses awal revitalisasi telah dimulai.
Apa yang hari ini terlihat sebagai bangunan yang sedang dibongkar, dalam beberapa waktu ke depan diharapkan berubah menjadi lingkungan sekolah yang lebih baik, nyaman, dan mendukung proses belajar peserta didik.

Dan mungkin, kisah menarik dari SMPN 1 Majalengka bukan hanya tentang apa yang akan dibangun, tetapi tentang bagaimana seluruh unsur sekolah dan masyarakat membangun sesuatu secara bersama-sama.

Revitalisasi baru dimulai. Namun cara mereka memulainya sudah memberikan satu pesan: pembangunan yang baik selalu diawali dengan perencanaan, kekompakan, dan amanah.

Pewarta : Enju Juarsa
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar