WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Khitanan Putra Kades Panyingkiran Jadi Momentum Berbagi, 21 Anak Ikuti Sunatan Massal

Majalengka, JMI
— Khitanan putra Kepala Desa Panyingkiran, ARIEF SYAEFUL BAHRI,S.H.,M.Kn, yakni Radithya Arkaan Wijaya, menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. 

Sebagai wujud rasa syukur, Arief menggelar sunatan massal bagi 21 anak sekaligus mengundang seluruh masyarakat Desa Panyingkiran untuk mengikuti shalawat bersama.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di kediaman Kepala Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Sejak pagi, kediaman Arief dipadati warga dan para peserta sunatan massal. Sebanyak 21 anak mengikuti prosesi khitan dengan didampingi orang tua masing-masing. 

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Kegiatan sunatan massal tersebut digelar bertepatan dengan khitanan putra Arief, Radithya Arkaan Wijaya. Bagi keluarga, momen tersebut menjadi sebuah kebahagiaan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk berbagi dengan masyarakat.

Arief mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas khitanan putranya sekaligus ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan dan kebersamaan.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga bersyukur atas khitanan Radithya. Rasa syukur ini ingin kami lengkapi dengan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat melalui sunatan massal. 
Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan untuk semuanya,” ujar Arief.

Setelah seluruh prosesi khitan selesai dilaksanakan, rangkaian syukuran kemudian dilanjutkan dengan shalawat bersama. Kepala Desa Panyingkiran Arief secara khusus mengundang seluruh masyarakat Desa Panyingkiran untuk hadir dan bershalawat bersama sebagai pelengkap rasa syukur atas terlaksananya khitanan  Radithya.

Warga pun menyambut ajakan tersebut dengan antusias. Masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Panyingkiran hadir untuk mengikuti shalawat bersama. Suasana semakin terasa khidmat dan penuh kebersamaan ketika warga bersama-sama melantunkan shalawat.

Bagi Arief, shalawat bersama tersebut bukan sekadar acara penutup, tetapi menjadi ungkapan syukur dan doa agar putranya, Radithya, tumbuh menjadi anak yang sehat, berbakti kepada orang tua, serta memiliki masa depan yang baik.
“Setelah prosesi khitan selesai, kami mengajak seluruh masyarakat Desa Panyingkiran untuk bersama-sama bershalawat. Ini menjadi pelengkap rasa syukur kami. Kami berharap Radithya Arkaan Wijaya, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ungkap Arief.

Antusiasme warga dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mendapat apresiasi dari keluarga Kepala Desa. Kebersamaan yang tercipta juga menjadi bukti kuatnya hubungan silaturahmi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa senangnya dapat ikut dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang bisa ikut hadir. Tidak hanya ada sunatan massal, tetapi juga ada shalawat bersama. Kegiatan seperti ini membuat warga bisa berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama mendoakan Radithya, Semoga keluarga Pak Arief selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur salah seorang warga.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Kebahagiaan keluarga Kepala Desa Panyingkiran Arief atas khitanan  Radithya Arkaan Wijaya, akhirnya menjadi kebahagiaan bersama masyarakat Desa Panyingkiran.
Melalui kegiatan tersebut, Arief berharap semangat berbagi, gotong royong, silaturahmi, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Dari sebuah rasa syukur atas khitanan seorang anak, lahir sebuah kebersamaan yang dirasakan seluruh masyarakat Desa Panyingkiran. 
 
Radithya Arkaan Wijaya dikhitan, 21 anak ikut berbagi kebahagiaan, dan seluruh warga bersatu dalam lantunan shalawat.

Pewarta : Enju Juarsa
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar