Ada hal yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Perkemahan tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menjalankan aktivitas kepramukaan, tetapi juga menjadi momentum kolaborasi yang erat antara kegiatan Pramuka dan kokurikuler. Kolaborasi tersebut dirancang untuk memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama di kalangan siswa.
SMPN 1 Majalengka secara khusus memohon dukungan pelatihan kepada jajaran Yonif 321, sehingga para peserta mendapatkan pembinaan secara langsung dalam suasana yang disiplin dan edukatif. Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari para pelatih karena para siswa mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Apresiasi juga datang dari para guru pendamping. Mereka melihat adanya perubahan positif yang dapat dirasakan secara langsung, terutama dalam hal kedisiplinan dan sikap siswa selama mengikuti kegiatan.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman kepramukaan, tetapi juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan bagaimana menyelesaikan sebuah proses sampai tuntas,” demikian salah satu pandangan yang disampaikan Dedi, spd.,M.Mpd., selaku kepala sekolah dalam kegiatan tersebut.
Bagi SMPN 1 Majalengka, pengalaman selama tiga hari tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pembentukan karakter membutuhkan pengalaman nyata, pembiasaan, keteladanan, serta lingkungan yang mampu mendorong peserta didik untuk belajar bertanggung jawab terhadap pilihan dan tugasnya.
Piagam tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus catatan positif atas kerja sama yang terbangun antara sekolah dan pihak Yonif 321 dalam mendukung pembinaan generasi muda.
Lebih dari sekadar kegiatan perkemahan, pelaksanaan tahun ini menunjukkan bahwa ketika kegiatan Pramuka dan kokurikuler dirancang secara kolaboratif, pembinaan karakter dapat hadir melalui pengalaman yang konkret. Siswa belajar disiplin bukan hanya melalui instruksi, tetapi melalui kebiasaan; belajar bertanggung jawab bukan hanya melalui teori, tetapi dengan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan; dan belajar bekerja sama melalui pengalaman hidup bersama selama perkemahan.
Dari perkemahan, tumbuh karakter. Dari kedisiplinan, lahir tanggung jawab. Dan dari kebersamaan, terbentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.
Pewarta : Enju Juarsa
0 komentar :
Posting Komentar