Pasalnya, hampir semua Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Subang pengada diduga dikuasai oleh satu pengada saja, yakni Intan Pariwara. Padahal pengada lain yang layak dan qualified masih banyak.
Anehnya, sekolah dan pihak-pihak terkait di kecamatan enggan menerima pengadaan selain Intan Pariwara. Fenomena ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik monopoli.
Ketua Garda Walisongo Subang, Ade Syahid, menilai ada kejanggalan besar dalam proses pengadaan tersebut.
“Jangankan se-kabupaten. Seperempat kabupaten saja pengadanya Intan Pariwara patut dicurigai bahwa ada yang hadir sebagai aktor kotor atau mafia bantuan tersebut,” tegas Ade Syahid kepada wartawan, Senin (6/10/2026).
Menurutnya, pengada lain saat ini hanya bisa gigit jari karena tidak dilibatkan sama sekali.
“Pengada lainnya untuk sementara hanya gigit jari. Hal ini patut diwaspadai,” ujarnya.
Ade Syahid menambahkan, belum cair saja bantuan pemerintah terkait alat tulis ini baunya sudah tercium busuk. Ia meminta pemerintah agar mengkaji ulang aturan main di Dinas Pendidikan Subang terkait bantuan alat tulis untuk anak sekolah dasar tersebut.
Di sisi lain, ia juga meminta Pemerintah Pusat untuk menghentikan sementara bantuan tersebut karena di lapangan bantuan itu diduga dijadikan ajang bisnis gelap.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengada Intan Pariwara saat dikonfirmasi melalui telepon seluler sudah dihubungi, namun belum memberikan keterangan resmi.
Pewarta: Agus Hamdan
0 komentar :
Posting Komentar