WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Pemkab Garut Kucurkan Rp 11,7 M untuk Bedah Rutilahu di 442 Desa-Kelurahan


Garut JMI
, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengucurkan anggaran Rp 11,7 miliar di tahun 2023 untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) atau kerap disebut bedah rumah dalam program Satu Desa Satu Rumah. Program tersebut dijalankan di 442 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut untuk bisa menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan perumahan dan permukiman,

"Tentu saya berharap (Dinas) Perkim (Garut) ke depan karena saya mau segera pensiun ini terus ada sesuatu inovasi, karena kalau ada inovasi di dinas, Bupatinya tidak memberikan ruang untuk anggaran itu juga sulit," kata Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).

Hal itu disampaikan Rudy saat memberikan sambutannya dalam acara tabligh akbar dan tasyakur bini'mah dalam rangka peringatan hari jadi ke-210 Kabupaten Garut di lingkup Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut. Acara tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Disperkim, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (14/03/2023).

Rudy mengungkapkan, sudah sejak lama dirinya meminta kepada Disperkim untuk membuat ruang terbuka publik (RTP) di tengah kawasan kumuh. Hal itu akhirnya terwujud di tahun 2020 dengan pembangunan Taman Cinunuk.

"Nah itu yang saya inginkan, ada rumah (di lingkungan) kumuh beli di tengahnya, bawahnya digunakan septic tank bersama, atasnya digunakan untuk tempat bermain anak-anak," tutur Rudy.

Sementara itu, Kepala Disperkim Garut Ahmad Mulyana memaparkan untuk tahun ini ada sekitar 1.800 rumah tidak layak huni (rutilahu) yang akan diperbaiki yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Bantuan Keuangan (Bankeu), Bantuan Provinsi (Banprov), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), hingga dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut. Salah satunya yaitu melalui program Bupati Garut yakni perbaikan 1 rutilahu di 1 desa/kelurahan.

"Nah Alhamdulillah ini juga salah satunya yang dikucurkan oleh Pak Bupati sebesar Rp 11,3 atau Rp 11,7 miliar untuk tahun ini yang programnya satu desa satu rumah se-Kabupaten Garut yang insyaallah ini sudah launching dan uangnya sudah masuk kepada rekening penerima bantuan itu sendiri," tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan acara tabligh akbar dan tasyakur disesuaikan dengan makna HJG ke-210 yakni prestasi, kegembiraan, dan empati. Selain meresmikan Masjid Madinatul Furqon yang berdiri kokoh di Kantor Disperkim Garut, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah khitanan massal bagi 35 orang anak, dan pemberian bantuan sosial sebagai wujud empati dari Disperkim Kabupaten Garut.

"Tadi itu ada bantuan-bantuan yaitu bantuan rutilahu, yang mana ini tidak hanya program pemerintah daerah, tapi bantuan juga diberikan kepada mereka yang terdampak bencana. Baik itu banjir, hidrometeorologi, dan bencana-bencana lainnya. Termasuk bansos, bantuan sembako kepada masyarakat yang memang perlu dan butuh bantuan dari kita," ujar Ahmad.


Dtk/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

SMAN Darmaraja Menjadi Sekolah Idola

SUMEDANG, JMI - Pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2024 - 2025 di Sekolah menengah atas negeri Darmaraja untuk jalur prioritas terde...