WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Alun-Alun Purwodadi Penuh Sampah Usai Konser Musik Gilga Sahid

GROBOGAN, JMI – Dibalik meriahnya konser musik Gilga Sahid yang diselenggarakan oleh Diskominfo kabupaten Grobogan dalam acara Gempur Rokok Ilegal pada Rabu, ( 24/04/2024) malam, sepertinya menyisakan pekerjaan yang berat bagi Dinas Lingkungan Hidup(DLH) setempat.

Tumpukan sampah yang dihasilkan usai konser musik tersebut hampir merubah alun – alun Purwodadi sebagai tempat konser menjadi lautan sampah. Sampah seperti botol minuman dan plastik kemasan makanan mendominasi produksi sampah dari konser musik Gilga Sahid.

Adanya sampah yang menggunung usai konser, membuat Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Grobogan harus bekerja ekstra keras untuk membersihkannya, mengingat pada pagi alun – alun Purwodadi sudah harus dalam keadaan bersih.

Terlihat jelas sampah bertebaran hampir di seluruh area dalam dan luar Alun-Alun, terlihat jelas mereka penonton terkesan tidak ada tanggungjawab, seharusnya panitia penyelenggara memberikan informasi jangan buang sampah sembarangan seperti menyampaikan menyerukan gempur rokok ilegal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Grobogan Drs. Mokamad, M.Si saat dikonfirmasi membenarkan sampah yang menumpuk tersebut adalah produksi dari konser musik Gilga Sahid.


” Benar setelah konser musik semalam menimbulkan masalah sampah yang luar biasa, oleh karena itu kami dari Dinas Lingkungan Hidup bekerja sangat ekstra , mengingat pagi hari alun-alun Purwodadi harus kembali bersih, ” Terang Kadinas. Kamis, (25/04/2024)

Dari data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, bahwa DLH harus membersihkan sampah sampai dengan puluhan ton perhari dari potensi sampah yang ada di kabupaten Grobogan . Data tersebut artinya sampah yang baru bisa diselesaikan adalah sekitar 40% saja. Oleh karena setiap kali ada konser dapat dipastikan bahwa tumpukan sampah akan meningkat.

” Ini baru rutinitas harian, belum lagi ada kegiatan – kegiatan yang bersifat insidental seperti konser, karnaval, hari ulang tahun dan lain sebagainya.

Dalam hal penanganan sampah pasca kegiatan insidental kami sampaikan bahwa tentu kami akan menambah personil, armada untuk segera bisa diselesaikan. Karena mengingat alun-alun adalah sarana publik yg sangat vital,” pungkas Kadinas.

Adanya sampah yang selalu menjadi perhatian setelah konser dilaksanakan menjadi persoalan yang serius dan harus  menjadi bagian tanggung jawab bersama termasuk penyelenggara.

 

Pewarta: Heru Gun

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Sekda Subang Selenggarakan Konferensi Pers Terkait Isu Strategis di Kab.Subang

Subang, JMI - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos.,M.Si didampingi Asisten Daerah bidang Perekonomian dan ...