Warga masyarakat yang mata pencaharian semata-mata tukang ojek dan penambang lokal merasa kecewa dengan hadirnya perusahan tersebut dan hanya menambah beban penderitaan yang dialami oleh masyarakat pohuwato termasuk orang pribumi (setempat) yang dianggap oleh pemerintah dijadikan anak tiri demi kepentingan individu.
Dari kehadiran perusahan yang berdiri megah di wilayah Marisa tersebut semakin lama semakin menderita, rakyat Penambang Marisa dan tukang ojek yang kesehariannya mencari nampak demi menghidupi keluarga kini makin sulit menuju kelokasi tersebut akibat terlalu banyak tindakan yang di luar dari batas kewajaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan terutama penutup jalan secara permanen yang mana dalam keseharian nya di lewati oleh para penambang dan tukang ojek lainnya.
Selain dari itu juga diduga perusahan sudah main paksa dengan membongkar KEM serta milik warga yang menjadi tempat tinggal di lokasi tersebut.
Kami meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini bapak Presiden H.Prabowo Subianto untuk lebih memperhatikan nasib rakyat Marisa yang setiap hari di perlakukan oleh perusahaan dengan seenak-enaknya, hal ini tujuannya agar jangan sampai terjadi tindakan diluar batas, apa lagi pihak perusahaan untuk melakukan aksinya diduga sampai menyewa premanisme guna mengusir masyarakat yang tinggal lokasi tersebut.
Selain itu juga kegiatan perusahan yang setiap hari melakukan kegiatan Bom membuat masyarakat sekitar resah.
Untuk itu kami menanggapi hal yang paling utama keresahan warga dari kegiatan perusahaan ketika mendengar letusan yang begitu mengguncang sekali lagi, kami atas nama mewakili suara rakyat Pohuwato memohon kepada presiden Republik Indonesia untuk memperhatikan rakyat yang menderita akibat ulah dari perusahaan tersebut.
Sehingga berita ini kami terbitkan pada hari Rabu 17 September 2026 agar pemerintah pusat lebih memperhatikan nasib rakyat yang sudah lama hidup tidak berkecukupan
Pewarta: Lukman Tahir
0 komentar :
Posting Komentar