WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

SMKN 1 Japara Memberikan Dukungan Pembelajaran Literasi dan Numerasi Secara Asinkron Bagi Murid/Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2026-2027

Kuningan, JMI
- Pengalaman Kerja Industri Merupakan Hal yang wajib di lakukan oleh Siswa Siswi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) yang saat sering di sebut Praktik Kerja  Lapangan di singkat (PKL).

Melalui PKL, murid memperoleh kesempatan untuk menerapkan Sikap , pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di sekolah di terapkan nyata dalam situasi kerja yang nyata di dunia usaha dan dunia industri.

Murid / Siswa juga belajar mengenal budaya kerja, disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, keselamatan kerja, serta tuntutan kompetensi yang berlaku di dunia usaha dan dunia industri.

Meskipun sedang melaksanakan PKL, murid/ Siswa kelas XII tetap memiliki hak untuk memperoleh layanan pembelajaran. Proses belajar tidak seharusnya berhenti hanya karena murid / Siswa berada di tempat kerja. 

Salah satu bentuk dukungan yang dapat diterapkan adalah pembelajaran secara asinkron, yaitu pembelajaran yang dapat diakses dan dikerjakan murid secara mandiri pada waktu yang disesuaikan dengan kondisi dan setuasi antara sekolah dan DUDIKA serta jadwal PKL yang telah di sepakati oleh keduanya. 
Pembelajaran asinkron menjadi semakin penting karena literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang diperlukan dalam pendidikan, kehidupan sehari-hari, maupun dunia kerja. Kedua kemampuan tersebut juga mendukung kesiapan murid dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan menghadapi berbagai bentuk asesmen.

Pentingnya Literasi dan Numerasi bagi Murid/Siswa SMK

Literasi merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi. Dalam kegiatan PKL, kemampuan literasi diperlukan ketika murid membaca prosedur kerja, memahami petunjuk penggunaan alat, menafsirkan informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, serta berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.

Literasi juga mencakup kemampuan membaca secara kritis. Murid/Siswa perlu mampu membedakan informasi penting dan informasi tambahan, memahami hubungan sebab-akibat, menarik kesimpulan, serta menilai ketepatan suatu informasi. 
Kemampuan ini penting agar murid/Siswa dapat bekerja secara cermat dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

Sementara itu, numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep dan penalaran ilmu Exsak / Terapan untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks. Numerasi sangat dekat dengan kegiatan kerja. 

Murid / Siswa dapat menggunakan numerasi ketika menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca tabel, memahami grafik, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, menghitung persentase, dan membandingkan hasil pekerjaan.

Dengan demikian, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran tertentu. Penguatan tersebut juga membentuk kemampuan berpikir, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja secara efektif.

Kondisi yang Mendorong Perlunya Dukungan Pembelajaran

Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026 menyampaikan bahwa hasil TKA SMK Tahun 2025 menunjukkan kompetensi murid/Siswa masih perlu diperkuat. Rerata capaian murid pada mata pelajaran Matematika sebesar 34,84, Bahasa Inggris sebesar 22,69, dan Bahasa Indonesia sebesar 53,68. Data tersebut menunjukkan perlunya dukungan pembelajaran yang dapat diakses secara fleksibel, termasuk ketika murid sedang melaksanakan PKL

Kondisi PKL yang beragam juga menjadi alasan penting bagi penerapan pembelajaran asinkron. Setiap murid / Siswa dapat memiliki jadwal kerja, lokasi, akses internet, perangkat, dan bentuk pendampingan yang berbeda. Oleh sebab itu, pembelajaran perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua murid.

Pembelajaran asinkron memungkinkan murid mempelajari materi secara bertahap. Murid /Siswa dapat mengakses video atau bahan bacaan setelah menyelesaikan kegiatan PKL, mengerjakan lembar kerja sesuai batas waktu yang disepakati, dan mengirimkan hasil pekerjaan melalui media yang tersedia.

Pembelajaran Asinkron sebagai Solusi yang Fleksibel

Pembelajaran asinkron bukan berarti murid belajar tanpa arahan. Guru tetap berperan dalam merencanakan tujuan pembelajaran, menyediakan sumber belajar, memberikan instruksi, memantau hasil belajar, dan memberikan umpan balik.

Dalam pelaksanaannya, guru dapat menyediakan video pembelajaran, modul ringkas, lembar kerja, kuis, tugas pemecahan masalah, serta jurnal refleksi. Materi tersebut dapat diberikan melalui platform pembelajaran, grup komunikasi kelas, atau media lain yang dapat diakses oleh murid /Siswa . 
Pembelajaran asinkron perlu memperhatikan beberapa prinsip utama. Pertama, kegiatan harus disesuaikan dengan jadwal dan beban PKL. Kedua, tugas harus diberikan secara proporsional agar tidak mengganggu pengalaman belajar di dunia kerja. Ketiga, materi perlu dikaitkan dengan kompetensi kejuruan dan situasi yang mungkin ditemui murid di tempat PKL. Keempat, guru perlu memberikan umpan balik agar murid mengetahui kekuatan dan bagian yang perlu diperbaiki.

Keterkaitan dengan TKA

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran murid kelas XII.

Pewarta : Jay
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar