WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Komisi III DPRD Majalengka Sidak Proyek Jalan, Soroti Kualitas Pekerjaan

Majalengka, JMI
— Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek jalan yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung progres sekaligus kondisi hasil pekerjaan di lapangan.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran kunjungan di antaranya jalan menuju TPA sampah Heuleut di Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, serta ruas Jatitengah–Babajurang dan Babajurang–Pasir Ipis di Kecamatan Jatitujuh.

Dari hasil peninjauan, Komisi III menyampaikan sejumlah catatan terkait kualitas pekerjaan yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Temukan Sejumlah Catatan di Lapangan
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahudin, mengatakan pihaknya belum sepenuhnya puas dengan hasil pekerjaan yang ditemukan saat melakukan pengecekan langsung.

Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan menghasilkan infrastruktur yang memiliki kualitas serta daya tahan yang baik.

Salah satu sorotan berada pada ruas jalan menuju TPA Heuleut di Desa Karyamukti. Pada bagian pengerasan jalan, kondisi permukaan dinilai belum rata dan material agregat terlihat belum menyatu secara optimal.

Kondisi tersebut, menurut Komisi III, perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ketahanan jalan, terutama ketika memasuki musim hujan.

Selain badan jalan, konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut juga menjadi perhatian. Komisi III menilai kualitas adukan material perlu dipastikan kembali agar konstruksi memiliki kekuatan sesuai standar yang dipersyaratkan.

“Kami melihat ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan dalam kontrak. Jangan sampai kualitasnya tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” ujar Iing.

Jalan Babajurang Juga Disoroti
Peninjauan kemudian dilakukan pada ruas Jatitengah–Babajurang dan Babajurang–Pasir Ipis di Kecamatan Jatitujuh.
Pada ruas Babajurang yang menggunakan konstruksi rabat beton, Komisi III menemukan bagian jalan yang mengalami kerusakan meskipun proses PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima pekerjaan belum dilakukan.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera dievaluasi agar pekerjaan yang diserahterimakan kepada pemerintah benar-benar memenuhi standar mutu sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Iing menegaskan, Dinas PUTR tidak seharusnya melakukan PHO apabila masih terdapat bagian pekerjaan yang belum memenuhi persyaratan kualitas.

“Kalau memang hasil pekerjaan belum memenuhi standar, jangan dipaksakan untuk dilakukan PHO. Harus diperbaiki terlebih dahulu sehingga ketika diserahterimakan kondisinya benar-benar sudah layak,” tegasnya.

Minta Pengawasan Diperketat
Komisi III meminta pengawasan terhadap proyek jalan diperkuat, baik selama proses pengerjaan maupun menjelang pekerjaan dinyatakan selesai.

Iing menilai pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran daerah memberikan hasil yang sepadan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Anggaran yang digunakan adalah uang masyarakat. Karena itu, hasil pekerjaan harus benar-benar terlihat, berkualitas, kuat dan memiliki umur layanan yang baik. Jangan sampai jalan baru selesai tetapi sudah mengalami kerusakan,” pungkas Iing.

Selain kualitas konstruksi, Komisi III juga menyoroti aktivitas kendaraan pengangkut sampah yang melintas menuju TPA. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta memperhatikan beban angkutan truk sampah agar tidak memberikan beban berlebih terhadap jalan, khususnya ruas yang berada di sekitar permukiman warga.

Hasil sidak tersebut menjadi bahan evaluasi Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka untuk mendorong perbaikan kualitas pekerjaan serta memperkuat pengawasan terhadap proyek infrastruktur jalan di daerah. 

Pewarta: Yaya Ruhiyat
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar