Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., mengatakan ribuan botol tersebut merupakan hasil penertiban dan penyitaan yang dilakukan jajaran Polres dan Polsek selama dua pekan terakhir pada September 2026.
“Dalam rangkaian kegiatan pemusnahan barang bukti berupa minuman keras tahap keempat, kami laporkan ada total kurang lebih 1.348 botol minuman keras hasil penegakan hukum, penertiban dan penyitaan selama periode dua minggu terakhir di bulan September,” ujar AKBP Aldy dalam sambutannya.
Menurutnya, jumlah barang bukti miras yang disita pada tahap keempat ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan hasil pemusnahan pada tahap pertama, kedua, dan ketiga.
Namun, Kapolres menegaskan penurunan jumlah barang bukti tersebut tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya aktivitas penindakan yang dilakukan kepolisian.
Sebaliknya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya perubahan pola yang dilakukan para penjual miras ilegal. Para pelaku disebut mulai menggunakan metode penjualan yang lebih tertutup dan terorganisasi.
“Fakta di lapangan bahwa ternyata para pelaku penjual minuman keras ilegal ini saat ini menggunakan sistem yang lebih sistematis dengan cara COD dan bersembunyi-sembunyi. Adapun mereka masih membuka, tetapi hanya menjual tidak lebih dari lima botol minuman keras saja,” ungkapnya.
Perubahan modus tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian. Meski demikian, Polres Majalengka memastikan penegakan hukum terhadap peredaran miras ilegal akan terus dilakukan.
Dua Event Besar Berlangsung Kondusif
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Majalengka juga menyampaikan evaluasi terkait pengamanan dua kegiatan besar yang baru berlangsung di wilayah Majalengka.
AKBP Aldy mengatakan kegiatan dengan karakteristik musik tersebut memiliki potensi kerawanan, termasuk konsumsi miras dan gesekan antarpengunjung. Namun, berkat koordinasi dan sinergi berbagai pihak, kedua kegiatan tersebut dapat berlangsung aman dan kondusif.
“Alhamdulillah beberapa minggu kemarin kita konser musik dengan latar belakang genre Heavy Metal dan Underground. Biasanya genre seperti itu tidak jauh dari konsumsi miras dan biasanya menimbulkan kerusuhan karena persinggungan antar penonton. Tapi alhamdulillah dua event kemarin malam minggu yang diadakan oleh KNPI dan juga oleh Jarum, berkat sinergi dengan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat, Majalengka tetap kondusif,” jelasnya.
Dua Bulan Bertugas, Kapolres Tegaskan Komitmen Kawal Program Daerah
Memasuki dua bulan masa tugasnya di Kabupaten Majalengka, AKBP Aldy kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Ia menyatakan jajaran Polres Majalengka akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah.
“Mohon izin Bapak Bupati Majalengka, rekan-rekan Forkopimda, kami memasuki masa dua bulan kami dinas di sini, kembali kami tekankan bahwa kami konsisten, kami berkomitmen untuk mendukung dan mengawal program Bapak Bupati dan Wakil Bupati Majalengka yaitu menjadikan Majalengka Langkung Sae. Kami akan bertindak dengan optimal untuk menjaga dan merawat Majalengka,” tegasnya.
Pemusnahan barang bukti tersebut turut dihadiri Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Majalengka.
Pewarta : Enju Juarsa
0 komentar :
Posting Komentar