WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Teruk Bintul Warung Makan Mbak Nik Salah Satu Makanan Khas Purwodadi Grobogan

GROBOGAN JMI - Teruk Bintul  Makanan khas Purwodadi Grobogan yang satu ini mungkin jarang yang mendengar juga belum pernah tahu bentuknya seperti apa. Makanan khas ini sebetulnya sudah melegenda dalam masyarakat Jawa khususnya masyarakat Purwodadi Grobogan,

Karena makanan jajanan ini selalu ada dalam setiap perhelatan srah srahan pengannten adat Jawa.
Ya, itulah Teruk Bintul, salah satu makanan jajanan khas Purwodadi Grobogan yang terbuat dari beras ketan dicampur dengan kacang tholo, dibungkus dalam daun pisang seperti lontong.

Jenis jajanan tersebut hampir jarang dijumpai bahkan tidak ada di pasaran. Tetapi bila anda ingin menjumpai jajanan langka tersebut, tidaklah sulit. Anda bisa datang atau mampir di Rumah Makan Ayam Bakar ” Mbak Nik” milik Umar Syahid yang terletak di Desa Klampok Kec. Godong Kab. Grobogan Jl. raya Semarang- Purwodadi Grobogan.

Sebenarnya nama asli makanan jajanan tersebut adalah ” Turuk Bintul” yang bagi orang Jawa hal tersebut terdengar agak sedikit saru atau senonoh , sebab Turuk dalam bahasa Jawa berarti kelamin wanita.

Oleh karena itu menurut si pembuatnya yakni Umar Syahid pemilik RM ayam bakar ” Mbak Nik” Godong Grobogan nama makanan itu disebut Teruk Bintul.
” Nama asli makanan langka tersebut kedengaran saru, untuk itu saya sebutkan Teruk Bintul saja” ucap Umar Syahid kepada awak media yang mewawancarainya, rabu(8/2/23).

Disebutkan oleh Umar Syahid, teruk bintul jajanan khas Purwodadi buatannya itu memang ada sejarahnya. Dikisahkan, bermula dari seorang anak laki-laki putra prameswari (istri muda) seorang raja Majapahit, saat itu ditanya kapan mau nikah, sebagai anak yang sudah dewasa kok belum menikah. Kemudian si putra prameswari itu menjawab dirinya mau menikah kalau disediakan makanan “turuk bintul”. Berapa hari kemudian, diberikannyalah kepada putra praneswari tersebut “Bintul” nya saja, tetapi si putra tetap tak mau menikah dengan alasan masih kurang lengkap karena belum.adanya “turuk” tersebut. Pada akhirnya sang putra mau menikah usai diberikan jajanan “turuk bintul ” tersebut. Benar tidaknya alkisah tersebut , walahu alam bisawab.
Sejak.berdiri tahun 2002, RM Ayam Bakar ” Mbak Nik” milik Umar Syahid itu memulai memproduksi teruk bintul pada awal tahun 2005. Semenjak diproduksi itu, teruk bintul buatannya tiap tahun selalu laku terjual. Saat ini pihaknya menyediakan 100 buah teruk bintul tiap hari dengan harga Rp. 10 ribu per buah “Teruk bintul.kami tiap hari pasti habis, selain rasanya enak dan gurih, harganyapun terjangkau sesuai wujudnya, kami jamin puas deh..” ungkap Umar Syahid sang pemilik RM Ayam Bakar “Mbak Nik” itu.

Untuk membuat jajanan teruk bintul tersebut, gampang, Bahannya ketan dicampur kacang tolo dan sedikit garam dibuat seperti jadah kemudian dimasukkan atau dibungkus daun pisang dan dibentuk seperti lonthong.
Bagi yang penasaran akan makanan langka ini, dipersilahkan mampir ke rumah makan tersebut.

Heru gun JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Jelang Idul Adha 1445 H, Manajemen Destinasi Wisata Flora D'Castelo Gelar Ngopi dan Diskusi Bareng Belasan Awak Media Subang

Subang, JMI – Jelang Hari Raya Idhul Adha 1445 H tahun 2024 , Manajemen Destinasi flora wisata D, Castelo undang Belasan awak m...