WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Kaspudin Nor Praktisi Hukum Juga Pengacara Senior, Kecewa dengan Sistem di Dalam Parpol


JAKARTA JMI
, Praktisi Hukum dan juga pengacara senior, Kaspudin Nor mengaku merasa kecewa terhadap sistem di dalam sejumlah partai politik (Parpol) di Tanah Air.

Sehingga dengan adanya sistem yang telah mengakar tersebut, tentunya menghambat bagi anak bangsa yang potensial dan memiliki kemampuan untuk maju sebagai wakil rakyat di DPR RI, dan tidak memiliki kesempatan untuk ikut bersaing, karena mereka tidak sanggup memenuhi sistem yang ditetapkan tersebut.

“Hampir semua parpol sudah mengatur sistem yang baku. Akibatnya, anak bangsa yang memiliki kemampuan untuk bekerja dan memperjuangkan hak-hak rakyat, menjadi sia -sia dan terhenti karena dijegal oleh sistim yang wajib dipenuhi setiap anggota,” kata mantan Komisioner Kejaksaan RI ini kepada Progresif Jaya.

Menurut pengajar di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta Barat ini, dengan sistem itu, maka mereka yang bisa lolos menjadi caleg, hanyalah pihak -pihak yang mampu memenuhi sistem itu.

Sehingga menurut dia, tak heran jika yang terpilih menjadi anggota dewan itu, banyak yang tidak memiliki kemampuan didalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat, karena  dia mampu memenuhi yang diminta oleh ketua parpol, sehingga kecerdasan menjadi nomor dua, dan bahkan cenderung diabaikan.

“Hal semacam ini tentu berakibat kurang profesionalnya para anggota dewan dalam menjalankan tugasnya. Tapi menghapus sistim ini sangat sulit, karena sudah mengakar dan menjadi budaya. Dan saya sendiri menjadi salah satu yang menjadi korban dengan adanya sistim tersebut. Baru tingkat awal saja saya sudah gugur menjadi caleg, karena saya tak punya kemampuan untuk memenuhi sistim yang diminta,” ungkap Kaspudin.

Namun saat ditanya apakah sistim yang dimaksud berkaitan dengan materi sebagai mahar, Kaspudin enggan mengatakannya.

Sebelumnya Kaspudin berencana akan maju sebagai caleg untuk daerah pemilihan Jakarta Utara. Namun rencananya itu kandas diawal perjalanan karena dia mengaku tersingkir karena tak dapat memenuhi sistem.

Dia berharap, agar kedepan seluruh parpol di Indonesia ini, merubah cara dalam mendukung dan merekomendasi anggotanya yang maju sebagai caleg.

Dengan kata lain, ujar dia, rekomendasi setiap caleg diberikan berdasarkan kecerdasan dan kemampuan untuk bersaing dalam memperjuangkan harapan masyarakat yang mendambakan keadilan dan kemakmuran.

“Kalau budaya ini tidak dirubah oleh para pemimpin parpol, jangan diharapkan akan melahirkan anggota dewan yang cerdas dan memiliki kemampuan serta kepedulian terhadap rakyat. Banyak contoh anggota dewan tidur saat rapat. Belum lama ini viral di medsos, anggota dewan di daerah Jawa Barat ketangkap basah sedang asik bermain catur pada jam kerja. Ini sangat memalukan. Mana mereka peduli dengan nasib rakyat, karena mereka sudah nyaman duduk dikursi dewan. Ini semua tidak terlepas dari sistim pencalonan yang tidak sehat,” papar Kaspudin.


Tim/JMI/Red.
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Syukuran di Kantor Subdenpom III/4-3 Pandeglang Dalam Rangka Hari Ulangtahun Polisi Militer Angkatan Darat ke 78

Lebak, JMI - Dengan mengusung tema, 'Dedikasi tanpa henti mengabadikan kiprah Polisi Militer TNI Angkatan Darat guna menyon...