WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

PT. TWC Resmi Pengelola TMII, TWC Undang Media untuk Dialog

JAKARTA, JMI -- Setelah resmi menjadi pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sejak 1 juli 2021, PT Taman Wisata Candi (PT TWC) "Persero" melakukan Coffee Moning  "Dialog TWC - TMII dengan Media" di balai panjang Museum Indonesia TMII, kamis (2/9/2021).

TMII Jakarta yang kini telah menjadi milik Badan usaha milik daerah (BUMN). Sebelumnya, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan PT. TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) melakukan penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) TMII pada Kamis lalu, 1 Juli 2021.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.Sejak 1 April 2021 TMII sudah menjadi milik Negara yang dikelola BUMN. Perpres tersebut menjadi landasan hukum pemindahan penguasaan dan pengelolaan TMII, yang sebelumnya dikelola oleh Yayasan Harapan Kita sejak tahun 1977.

TMII ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisimemberikan.

Di dalam dialognya, TWC berharap media menjadi corong informasi tentang keberadaan TMII yang dikelola TWC saat ini kepada masyarakTWCsan media bisa memberikan saran agar TMII bisa Berkembang dengan baik.

Dalam 5 (lima) tahun tberharap PT. TWC sangat aktip dalam menyiapkan Destinasi sebagai preoritas dan dengan cara kelola yang proyek. TWC ingin konsep TMII menjadi Indonesia Opera yang artinya kita ingin di TMII ini tidak kontek masa lalu atau sejarah saja tapi harus ada hubungannya dengan aspek kekinian yang bisa memberikan isnpirasi-isnpirasi bagi generasi muda.

"Kami sangat-sangat berharap media bisa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa TMII adalah aset kekayaan negara yang harus dijaga" kata Dirusena.

TWC Edy Setijono "Saya berharap kedepan Anjungan tidak hanya memamerkan budaya tapi anjungan bisa memamerkan potensi daerahnya juga," tambah Edy.
TWC berharap kedepan Anjungan tidak hanya memamerkan budayanya saja tapi Kuliner-kuliner dari berbagai daerah, geografi, budaya, bahasa yang kini menjadi fokus TWC untuk dikembangkan.

"Sekarang ini, anak-anak lebih senang bahasa asing dari pada bahasa Indonesia, pembelajaran bahasa, bisa bekerjasama dengan pusat bahasa, anak mau belajar bahasa daerah bisa di anjungan" ungkap Dirut TWC.

"Harapan kami tempat ibadah tidak hanya dijadikan tempat ibadah, seperti candi juga bisa menjadi aktifitas kegiatan masyarakat seperti diadakannya sanggar wushu, barongsai, sanggar tarian dan kami upayakan agar anjungan tidak hanya fisik saja tapi ada ruhnya," Edy Setijono berharap.

TMII juga akan menjadi anjungan malam budaya yang layak di nikmati di malam hari dengan menampilkan kesenian budaya menjadi unsur master plan (rencana).

Edy Setijono optimisme akan menghadirkan ruang-ruang publik untuk generasi milenial agar anak-anak muda bisa nongrong di anjungan sama seperti nongkrong mal. Edy juga menyampaikan terkait kesehjahteraan karyawan rumusnya sederhana, kalau bisa mendapat lebih maka bisa diberikan lebih.

Karena tidak mungkin memberi lebih kalau kita tidak bisa mendapat lebih, siapa yang harus menanggung kurangnya. Ini sudah saya jelaskan kepada teman-teman media.

Maka itu akan ada peluang kesehjateraan yang lebih. Berkaitan pemberitaan tujuh karyawan TMII yang  pencairan dana pensiun yang tak kunjung dibayar, Edy enggan berkomentar.

Faisal 6444/Red/JMI
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Jalan Penghubung Butuh Perhatian PemKab dan PemProv Gorontalo

Gorontalo JMI , Masyarakat Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengeluhkan dari tahun ketahun bahkan sampai dengan saat ...