WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Warga Pamanukan Subang Blokir Jalan Provinsi, Tuntut Gubernur Jabar Segera Perbaiki Jalan Berlubang dan Rusak Parah

Subang JMI – Dalam aksi teatrikal ratusan masyarakat Pamanukan lakukan aksi turun kejalan, mereka tergabung dalam Aliansi masyarakat Pamanukan bersatu diantaranya Mahasiswa bersama warga masyarakat Pamanukan dan perwakilan para kepala Desa sekecamatan pamanukan , untuk tutup akses jalan propinsi yang selama 3 tahun tidak ada perbaikan sama sekali oleh pihak pemerintah Propinsi Jawa Barat ,Dalam aksi teatrikal tersebut Bertempat di jl.ion martasasmita,Desa Rancasari, kecamatan Pamanukan, Kabupaten subang, Jawa barat.sabtu 19/12/2021.

Ratusan masyarakat Pamanukan yang tergabung dalam wadah Aliansi Masyarakat Pamanukan tersebut meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam waktu 3 x 24 jam untuk segera memperbaiki jalan propinsi tersebut, apabila tidak ada jawaban maka seluruh element masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pamanukan akan melakukan demo yang lebih besar dan akan menutup jalan lebih lama.

Tokoh masyarakat  Pamanukan  yang sekaligus ketua aksi Asep Maulana mengatakan, “ Bahwa dalam aksi hari ini kita laksanakan di seputar jalan propinisi khususnya di wilayah Kecamatan Pamanukan tepatnya di jalan ion martasasmita,Desa Rancasari, Mulyasari, Lengkong jaya dan seputar kecamatan Pamanukan, "imbuhnya.

Asep menjelaskan bahwa jalan yang selama 3 tahun tak diperbaiki oleh pihak Pemerintah Propinsi Jawa Barat, jalan tersebut sudah tidak layak lagi,akibat rusak dan parahnya jalan penghubung provinsi tersebut mengakibatkan banyak penguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat banyak yang terjerembab dan terguling,diantaranya banyak ibu ibu yang jatuh  dan para penguna jalan lainnya  akibat jalan tersebut  rusak parah artinya kami sangat mengharapkan perbaikan jalan di pamanukan ini segera diperbaiki”, tuturnya..

“Selama ini jalan Propinsi yang berada di wilayah pamanukan tidak ada perubahan, bahkan mereka hanya memberikan batu  tambal sulam saja, semua itu akan hilang dengan sekejap, kami dari aliansi masyarakat Pamanukan meminta 3 x 24 jam apabila tidak ada kejelasan pembangunan ini secara permanen kita akan melakukan aksi lebih besar lagi dan akan menutup jalan propinsi lebih lama,” tegas ketua aksi  Asep Maulana.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, “ Bahwa selama ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengabaikan keselamatan warga dan sudah mencedrai perjalanan warga dalam berlalulintas, kita akan melaksanakan class action ,dalam jumlah yang lebih banyak lagi apabila ini tetap dibiarkan jangan berpikir jabar juara, jabar juara jalannya bolong bolong, kita tidak enak dilihatnya, lihat kabupaten tetangga jalannya sudah pada bagus, kenapa di subang khususnya pamanukan jalannya sangat jelek sekali, padahal akses jalan ini menuju arah Pelabuhan Patimban, disini sering dilewati oleh mobil mobil besar pengangkut matrial menuju proyek pelabuhan patimban apakah ini akan dibiarkan saja”, jelasnya.

Kepala Desa Mulyasari Hasanuddin masawi di dampingi beberapa perwakilan para kepala Desa sekecamatan pamanukan  menyampaikan bahwa Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pamanukan sangat kami dukung.

“Saya sangat mendukung sekali terhadap aksi ini, karena aksi ini untuk kebaikan bukan hanya untuk Desanya saja,akan tetapi  untuk seluruh masyarakat pengguna jalan propinsi ini nantinya bisa menikmatinya dengan leluasa dan nyaman,” imbuh kades.

“Terkait sudah lamanya jalan propinsi ini tidak diperbaiki oleh pihak Propinsi, kami pihak Pemdes Mulyasari sudah beberapa kali mengusulkan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan propinsi ini secara permanen, akan tetapi sampai hari ini Sabtu (18/12/2021) belum juga kunjung ada jawaban dari pihak terkait khususnya Pemprov Jabar” pungkas Hasanudin.

Dalam aksi Demo teatrikal tersebut berjalan dengan aman dan tertib.

AGUS HAMDAN/JMI/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

MKD Minta Maaf Persoalan IPW Dilarang Masuk DPR Lewat Pintu Utama

Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta/net JAKARTA, JMI -- Mahkamah Kehormatan Dewan ( MK D ) menyampaikan permintaan maaf soal insiden Ketua I...