WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Lembaga Adat Galuh Pakuan Akan Menyelenggarakan Do’A Bersama , Santuni 1000 Anak Yatim, Di Pondok Pesantren Al-Musri Kecamatan Pagaden-Subang.


Subang JMI,
Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana mengajak, masyarakat Nusantara untuk berbagi beban. Salah satunya menyantuni seribu anak yatim piatu.

Raja lembaga Adat Karathon Galuh Pakuan Rahyang Mandala jati Evi silviadi kepada awak media mengatakan Bahwa aksinya itu sebagai respon, atas berbagai kesulitan yang tengah menimpa Bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

 "Dalam ilmu-ilmu buhun Bangsa Sunda, musibah, penyakit serta kesulitan biasa diasosiasikan dengan keserakahan. Bangsa Sunda memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang Maha Esa itu Maha Adil, dan menciptakan Alam untuk mewujudkan keadilanNya. Saat manusia dirasuki oleh keserakahan, sehingga memiliki muatan yang berlebih dibandingkan dengan haknya, maka keadilan alam lah yang akan menghadirkan musibah, penyakit dan kesulitan, untuk mengimbangi keserakahan manusia agar hasilnya selalu kembali nol, maka kita menyantuni anak yatim piatu, yang diajarkan Rosululloh Muhammad SAW," ujar Evi kepada awak media di Subang, Rabu (6/4/2022).

"Begitupun sebaliknya, ketika manusia berbagi, mengorbankan sesuatu yang amat sangat berharga bagi dirinya, maka alam akan mengembalikan sedikit lebih banyak dari yang telah dikorbankan, sebab alam itu adil," imbuhnya.

Evi meyakini, bahwa berbagai kemalangan serta kesusahan sebagian besar rakyat Indonesia hari ini, itu bisa jadi dikarenakan ada banyak kelalaian, dan kesalahan kita. 

"Sebagai Ki Sunda, kami mengajak Bangsa Indonesia untuk kembali kepada keluhuran budi para leluhur kita, tentu yang sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Galuh Pakuan memiliki empat pilar yaitu memuliakan yang hina, menguatkan yang lemah, memintarkan yang bodoh dan mensejahterakan yang miskin. Empat pillar tersebut terangkum dalam sebuah kalimat dalam pengaplikasiannya, yaitu berbagi beban. Mari jadikan Bulan Puasa ini sebagai ajang untuk melawan keserakahan dan mempertontonkan kekuatan bangsa kita dalam kesederhanaan, yaitu dengan berbagi beban." Lanjut Evi.

"Karatwan Galuh Pakuan akan memberikan teladan, 27 April nanti, kami akan menyelenggarakan acara do'a bersama 1000 anak yatim, di pondok pesantren Al-Musri, kec. Pagaden Kab. Subang. Acara ini akan mengusung tema Kesejahteraan Anak Yatim, Keberkahan untuk Bangsa dan Negara. Semoga teladan ini dapat diikuti oleh kita semua dan mengembalikan negeri ini menjadi negeri yang damai dan sentosa," tutupnya


Agus Hamdan/JMI/Red.

Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Jalan Penghubung Butuh Perhatian PemKab dan PemProv Gorontalo

Gorontalo JMI , Masyarakat Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengeluhkan dari tahun ketahun bahkan sampai dengan saat ...